Yuk Kita Akhiri Polemik Tahunan Ucapan Selamat Hari Natal Gansis Sesama Muslim.

gamebocor

Administrator
Staff member
Yuk Kita Akhiri Polemik Tahunan Ucapan Selamat Hari Natal Gansis Sesama Muslim.


Polemik ucapan selamat Hari Natal beberapa tahun ini sering ramai di perbincangkan di ranah publik.
Lucunya justru yg tidak merayakan yg malah saling serang.
emoticon-Leh Uga


Ane juga kadang ikut dalam perdebatan itu.
Namun yg perlu di garis bawahi.
Ane ikut bukan harap menyalahkan yg berbeda pendapat dengan ane.
Akan tetapi harap kedua belah pihak tidak terjebak denga urusan model ginian di setiap akhir tahun.

Kebetulan ane muslim & ane juga sempat terbingungkan dengan boleh & tidaknya mengucapkan selamat Hari Natal.
Tuk Tahun Baru mah santuy aja karena sifatnya universal.
Seluruh manusia tanpa memandang ras,agama & suku di dunia ini, mayoritas mengucapkan & merayakan pergantian tahun.
emoticon-Malu


Kembali ke masalah awal.

Berdasarkan sumber-sumber dari beberapa tokoh agama yg ane ikutin via you tube & jadi guru agama online bagi ane.
Ucapan selamat Hari Natal ternyata ada yg mengharamkan & adapula yg membolehkan.
Keduanya bersandarkan fatwa ulama besar.

Sori to say, ane juga bukan seseorang yg punya ilmu agama yg memadai.
Jadi di trit ini ane cuma bicara seputaran yg biasa saja.
emoticon-Cool
Yuk Kita Akhiri Polemik Tahunan Ucapan Selamat Hari Natal Gansis Sesama Muslim.

Quote:

REPUBLIKA.CO.ID, Kasus boleh tidaknya mengucapkan selamat Natal bagi umat Nasrani, tak cuma mengundang polemik di Tanah Air.

Di sejumlah negara, topik ini menggelinding jadi bola panas. Tidak sekadar di kalangan para akademisi & cendekiawan Muslim.
Di Mesir misalnya, polemik boleh atau tidaknya natal dijadikan sebagai komoditas partai politik. Partai Keaslian Salafi (al-Ashalah as-Salafi) menolak ucapan natal.

Beberapa hari menjelang Natal 2012, Ketua Pimpinan Partai yg mengusung ideologi salafi itu, Adil Abdul Maqshud, menegaskan tak akan pernah menghaturkan ucapan Natal bagi umat Nasrani yg membudakkan diri kepada Barat.
Mereka anggap kita agresor & penjajah untuk menjilat ke Barat,katanya.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari lembaga fatwa tertinggi di Negeri Piramida tersebut, Dar al-Ifta. Mufti Mesir sekaligus pimpinan Dar al-Ifta, Syekh Ali Jumah, mengatakan bahwa ucapan Natal boleh ditujukan kepada kaum Nasrani.

Ucapan tersebut merupakan bentuk interaksi sosial & hadiah. Perlakuan baik kepada sesama itu sangat ditekankan dalam Alquran seperti yg tertuang di surah al-Baqarah ayat 83, an-Nahal 90, & al-Mumtahanah ayat 8. Namun, ia memberikan catatan supaya berhati-hati dalam pemberian selamat tersebut tetap dalam koridor & tidak keluar dari akidah Islam.

Dalam konteks interaksi tersebut, Rasulullah SAW juga kerap menerima & memberi hadiah kepada non-Muslim. Seperti disebutkan di riwayat Ahmad & Turmidzi. Karena itu, Syekh as-Sarkhasi dalam Syarh as-Siyar al-Kabir, memberi hadiah untuk non-Muslim termasuk pekerti yg mulia.

Dua pekan sebelumnya, Syekh Yusuf al-Qaradhawi menegaskan pula tentang hukum diperbolehkannya ucapan natal. Ini termasuk perbuatan baik kepada sesama. Dengan catatan, mereka tidak sedang memerangi Muslim.

Ucapan itu boleh ditempuh, apalagi kalau ada hubungan emosional dengan mereka seperti kerabat, tetangga, rekan bisnis, atau teman di sekolah. Berdalih keadaan & kondisi kini sudah berubah serta mengacu pada fikih kemudahan, maka ia memutuskan bersebarangan dengan pendapat Ibnu Taimiyyah & Ibnu Qayyim.

Selain nama di atas, pada dekade sebelumnya, para pemuka Islam di Mesir sudah mengambil sikap terlebih dahulu. Ada almarhum Grand Syekh al-Azhar Prof Muhammad Sayyid Thanthawi & mantan menteri wakaf, Prof Mahmud Hamdi Zaqzuq.

Komisi Fatwa Lembaga Urusan Islam & Wakaf Uni Emirat Arab, memutuskan hukum ucapan natal boleh. Alasannya masih sama, bahwa ini adalah bentuk interaksi sosial antarsesama. Ini seperti ditegaskan surah al-Mumtahanah ayat 8. Menurut lembaga ini, tak sepenuhnya Mazhab Hanbali yg jadi rujukan sejumlah kalangan mengharamkan ucapan natal.

Bahkan, salah satu riwayat dari Ahmad menyatakan hukumnya absolut boleh. Ini seperti ditegaskan oleh Syekh Ibn Abdus seperti dinukilkan di kitab al-Inshaf karangan Imam al-Mardawi. Ada pula riwayat dari Ahmad yg menyatakan haram, ada juga makruh, & riwayat lainnya menyebut boleh ketika ada maslahat.

Ketetapan ini juga merujuk hasil kajian dari Lembaga Kajian & Fatwa Eropa. Sekalipun, dalam lembaga Kajian & Fatwa Eropa muncul faksi ketidaksepakatan seperti yg ditunjukkan oleh salah satu anggota mereka yaitu Prof Muhammad Fuad al-Bazari.

Pakar fikih terkemuka Prof Musthafa az-Zurqa, mengatakan ucapan selamat tersebut adalah bagian dari basa-basi & interaksi sosial yg baik. Islam tidak melarang ucapan semacam ini. Apalagi, Isa dalam akidah Islam termasuk rasul yg dihormati.

Menurutnya, siapa yg menyangka bahwa ini akan merusak akidah, ia sudah salah besar.
Basa-basi ini tak berkaitan dengan akidah. Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Ini bukan soal akidah si Yahudi, tetapi soal sakralitas kematian.

Polemik serupa mencuat pula di Arab Saudi. Komite Tetap Kajian & Fatwa negara setempat berpendapat, hukum ucapan natal haram. Apalagi hukum mengikuti prosesi ibadahnya. Sangat diharamkan.

Mereka mengutip pendapat Ibnu Taimiyyah & Ibn Qayyim. Menurut Ibnu Taimiyyah, tindakan apapun yg menyerupai & menciptakan bahagia hati Nasrani, termasuk perbuatan batil. Ini seperti yg ia tulis di Iqtidha as-Shirath al-Mustaqim.

Di kitab Ahkam ahl adz-Dizmmah, Ibn Qayyim mengatakan ucapan kepada ritual kekufuran haram hukumnya. Seperti ucapan selamat atas hari raya & puasa mereka.

Sekalipun, pelakunya terhindar dari penyimpangan akidah, tetap saja ucapannya dihukumi haram.

Ada beberapa dalil Alquran yaitu surah az-Zumar ayat 7 & Ali Imran ayat 85.
Pendapat yg sama juga disuarakan oleh Asosiasi Ulama Senior Arab Saudi.
Sebagian ulama tak sepakat dengan opsi ini secara penuh. Di antaranya ialah Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Alu as-Syekh.

Ia termasuk salah satu mufti Arab Saudi. Ia membolehkan para pelajar Arab Saudi yg studi di luar negeri menghadiri prosesi Natal.

Dengan syarat-syarat tertentu. Kendatipun ia sepakat ucapan natal tetap haram hukumnya.



Sekelumit yg terjadi di antara kaum pakar agama di wilayah central ajaran Islam pun mengalami perdebatan.
Ada ulama yg bilang boleh karena cuma sebagai ucapan kosong & juga bentuk jalinan hubungan sosial aja sebagai manusia.
Adapula ulama yg melarang alias mengharamkan.

Bayangkan para tokoh-tokoh di atas tersebut, kalau bicara soal ilmu agama mereka pakarnya loh yaaa.
Mereka yg pakar saja masih mendebatkan dengan sandaran yg sama-sama kuatnya.

Lalu bagaimana kita yg mungkin ilmu agamanya masih selevel Sekolah Dasar bahkan dapat juga level PAUD.
Berdebat pula hingga jempol & mulut kering tanpa solusi.
Karena itulah hari ini, ane mengajak agan & sista yg beragama Islam.

Yuk kita berhenti dengan polemik ini.

Bila yg harap mengucapkan selamat Hari Natal, yaaa silahkan saja, toh ada ulama akbar yg memperbolehkan dengan syarat-syaratnya.

Bila tidak harap mengucapkan, yaa silahkan saja, toh ada ulama akbar yg mengharamkannya.

Kembalikan ke diri masing-masing saja..
emoticon-Malu


Justru yg menurut ane yg tidak boleh di lakukan oleh kita-kita yg di bawah ini malah jadi Hakim agama kepada sesama muslim.

Memvonis yg tidak mengucapkan anti toleransi...

Memvonis yg mengucapkan sudah lancang melanggar ajaran agama sendiri...

Keduanya, menurut ane sama-sama tidak ada manfaatnya.

Sama-sama menyakiti sesama muslim.

Lha kita kan cuma mengingatkan..

Benar tetapi kagak juga tiap tahun kalee, ini bagi yg mengatakan haram hukumnya yaa..
emoticon-Leh Uga


Lha kita kan sesama manusia & sebangsa jadi kita harus menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial...

Benar tetapi kagak perlulah di koar-koarkan.
Cukup ucapkan selamat lalu melanjutkan kesibukan hidup sehari-hari.

Ini yg sebenarnya toleransi sesama muslim.
Saling menghargai & menghormati disparitas pendapat.

Toh kita ini apalah...
emoticon-Leh Uga


Mulailah tahun 2021 ini dengan langkah awal menghentikan polemik tahunan ini.
Cukup kita serahkan ke pribadi masing-masing.
Masih banyak hal-hal yg perlu kita kritisi di internal agama sendiri.
Salah satunya, mulai sering terjadi kekerasan seksual & penyimpangan tujuan sekolah agama di dirikan.

Bagaimana upaya Pemerintah & tokoh-tokoh agama tuk mencegah supaya kasus yg heboh ini tidak terulang ke depannya.
Ini jelas bermanfaat tuk menyelamatkan kehidupan kaum muda muslim yg mereka pikir tempat mereka belajar menimba ilmu agama adalah kebaikan & jalan terang mendalami ilmu agama mereka malah jadi penghancur masa depan mereka.

Menurut ane banyak hal yg harus kita kritisi sebagai kaum muslim level bawah ini supaya kita,anak-anak kita bahkan cucu kita berjalan di jalanan yg menuju kebaikan sesuai ajaran agama Islam.
Di banding kita ribut soal ucapan selamat Hari Natal & Tahun Baru.
Menang debat juga efeknya biasa aja.
Kalah debat pun efeknya biasa saja.

Biarlah beberapa orang di atas kita yg sibuk berdebat.
Kita move on aja dari polemik ini.

Yang ucapkan selamat Hari Natal...diemin aja

Yang tidak ucapkan selamat Hari Natal...diemin aja.

emoticon-Cool

Yuk Kita Akhiri Polemik Tahunan Ucapan Selamat Hari Natal Gansis Sesama Muslim.
Hari ini 23:11
 

Our Partner

Top