Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

gamebocor

Administrator
Staff member
Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: yahoo! news

Brenda Lin yg saat itu masih berumur 15 tahun & tengah berada di Kaledonia Baru untuk mengikuti kegiatan sekolah guna mendalami bahasa Perancis, dikejutkan oleh adanya berita pembunuhan masal di Sidney, Australia.

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: dailymail.co.uk

Salah satu temannya menunjukkan sebuah artikel berita di Facebook dimana memperlihatkan tampak depan rumah tempatnya tinggal & kepanikan segera melandanya. Brenda kehilangan ayah, ibu, bibi, & kedua adiknya, & dalam sekejap, menjadikannya sebatang kara.

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: dailymail.co.uk

Penyelidik menyatakan bahwa pelaku mengpakai senjata tumpul mirip palu & menghabisi seluruh anggota keluarga Lin ketika sedang tidur terlelap. Di malam mengenaskan tersebut, perdana pelaku menuju kamar orang tua Brenda, Lily & Min, & memukul kepala mereka hingga tewas. Pelaku lalu berpaling ke kamar bibi Brenda, Irene, & memukulnya dengan keji. Kemudian, kedua adik Brenda, Henry & Terry, dipukul beberapa kali karena sempat terbangun & melawan.

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: dailymail.co.uk

Min & Lily merupakan seorang imigran dari China. Mereka berjumpa di Sidney, jatuh sayang & memulai membangun keluarga. Kesuksesan perusahaan surat kabar Lin sanggup untuk mencukupi keluarga & memberikan pendidikan terbaik kepada ketiga anaknya. Saudara perempuan Lily, Irene, memutuskan untuk pindah & tinggal bersama keluarga Lin untuk menolong perusahaan keluarga tersebut.

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: The Daily Telegraph

Selesainya acara pemakaman, Brenda yg yatim piatu kembali ke rumahnya. Semua perabotan & ranjang yg terkena cipratan darah sudah hilang disingkirkan. Seorang diri di sana, Brenda merasa ketakutan, mulai membayangkan & berimajinasi mengenai pembunuhan yg menimpa keluarganya. Tidak tahan, Brenda setuju untuk tinggal bersama adik Min, Robert Xie, & istrinya, Kathy, dimana rumahnya berdekatan dengan kediaman Lin.

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: dailymail.co.uk

Robert, yg juga merupakan imigran, awalnya berprofesi sebagai spesialis THT di China. Sepindahnya ke Melbourne, Robert membuka sebuah restoran akan tetapi usahanya tersebut gagal. Mereka akhirnya memutuskan untuk pindah ke Sidney.

Setelah kasus pembunuhan mengerikan tersebut, Robert & Kathy mengambil alih perusahaan surat kabar & meraih hak asuh atas Brenda.



Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi yakin bahwa pelaku merupakan orang dekat. Jejak kaki berlumuran darah tidak ditemukan menuju kamar tidur Brenda, sehingga polisi menduga kuat kalau pelaku tahu malam itu Brenda tidak berada di rumah.

Polisi mulai mencurigai Robert karena dari hasil rekaman pembicaraan dengan 911, Kathy terdengar berbicara dengan Robert dalam Bahasa Kanton, & dalam keadaan panik, berusaha menahan Robert untuk tidak meninggalkannya. Nyatanya, Robert tetap meninggalkan istrinya sendirian & masuk ke kediaman Lin seakan ia tahu, hal buruk tidak akan terjadi pada Kathy.

Setahun berlalu, Robert pun dijadikan sebagai tersangka utama dalam pembunuhan sadis tersebut.

Brenda sering menyangkal & bersikukuh kalau tidak mungkin pamannya adalah pembunuh.

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: dailymail.co.uk

Namun, Brenda yg hadir di sidang perdana Robert dihantam oleh bukti-bukti yg ditemukan polisi, seperti sisa bercak darah yg sudah menghitam ditemukan di lantai garasi rumah Robert dimana hasil tes menyatakan kecocokan dengan 4 DNA dari 5 orang anggota keluarga Lin yg terbunuh;

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: dailymail.co.uk

dan jejak berlumuran darah di kediaman Lin mirip dengan sepatu yg dikenakan Robert dimana dari hasil rekaman video yg ditanamkan diam-diam oleh polisi, Robert ditemukan tengah menggunting dus sepatu & membuangnya ke dalam closet untuk menghilangkan barang bukti.



Rasa iri akan kesuksesan perusahaan surat kabar keluarga Lin diduga merupakan motif dari pembunuhan. Akan tetapi bukti lain terungkap, sehingga memunculkan dugaan motif baru. Robert mengerjakan pelecehan seksual kepada Brenda, dimulai jauh sebelum pembunuhan terjadi. Sepindahnya Brenda ke kediaman Robert, pelecehan seksual yg menimpanya kian memburuk. Pembunuhan sengaja dilakukan di saat Brenda tengah berada di luar rumah, adalah alasan utama untuk menyingkirkan semua keluarga Lin, sehingga mau tidak mau, Brenda akan tinggal bersamanya sehingga Robert dapat secara leluasa melayangkan hasrat seksualnya.

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: dailymail.co.uk

Hasil penyelidikan menyatakan kalau di hari pembunuhan, Robert memberikan obat tidur kepada Kathy sebelum ia meninggalkan rumah & menuju kediaman Lin untuk mengerjakan aksi kejinya. Akan tetapi, Kathy tetap yakin kalau suaminya tidak bersalah.

Tragisnya Kehidupan Brenda Lin, Dalam Sekejap Menjadi Sebatang Kara

sumber: 9NEWS


12 Januari 2017, Robert dinyatakan bersalah & dijatuhi sanksi dari 5 pembunuhan keji yg sudah dilakukannya.

Di Februari 2021, usaha Robert untuk banding ditolak.



Brenda yg sebatang kara sering merasa iri & sedih ketika mengunjungi rumah teman-temannya. Keharmonisan keluarga yg dilihatnya terjadi antara orang tua & anak, tidak akan pernah dirasakannya lagi. Kesulitan untuk percaya kepada sesama, Brenda memilih mengadopsi Siberian Husky untuk menemaninya, karena ia yakin, seekor anjing adalah peliharaan yg loyal & tidak akan pernah mengkhianatinya.








Sumber:
dailymail.co.uk
9NEWS
medium.com
The Daily Telegraph
yahoo! news Hari ini 21:53
 

Our Partner

Top