Timnas Belanda soroti isu pekerja migran Qatar

Timnas Belanda soroti isu pekerja migran Qatar


Pelatih kepala regu nasional Belanda Frank de Boer (kanan) memimpin sesi latihan di Zeist, Belanda, Selasa (23/3/2021), jelang bertolak ke Turki untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa sehari berselang. (ANTARA/AFP/ANP/Koen van Weel)

Ini jelas topik besar, tetapi kami semua percaya harus tetap berangkat ke sana kalau lolosJakarta (ANTARA) - Tim nasional Belanda harap meningkatkan pencerahan atas isu pelanggaran HAM kepada pekerja migran di Qatar, tetapi menolak langkah boikot atas putaran final Piala Dunia 2022 yg akan digelar di jazirah Timur Tengah itu.

Belanda yg berada di Grup G fase kualifikasi zona Eropa, akan mengawali perjuangan mereka dengan laga lawatan ke Turki pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

Asosiasi sepak bola Belanda (KNVB) sendiri sudah sempat mengeluarkan pernyataan terkait isu eksploitasi pekerja migran di Qatar, tetapi memastikan tidak akan menempuh aksi boikot.

"Perhatian sekarang tertuju kepada apakah kami akan tetap berangkat ke sana kalau lolos," mengatakan pelatih kepala Belanda Frank de Boer dalam jumpa pers sebagaimana diberitakan Reuters, Selasa malam tadi.

"Mengangkat pertanyaan soal itu adalah sebuah langkah yg benar ... Semua orang tahu apa yg terjadi di sana tidak baik. Human Rights Watch & Amnesty International juga sudah bilang dengan tetap ke sana, kami dapat mengkampanyekan isu ini lebih vokal," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Amnesty sebut ratusan pekerja migran di Qatar tidak dibayar
Baca juga: Pandemi paksa panitia Piala Dunia Qatar berhentikan karyawan

Setelah bertahun-tahun ditekan oleh berbagai kelompok pembela HAM, Qatar baru-baru ini mengubah regulasi ketenagakerjaan mereka demi menghapuskan beberapa sistem sponsor 'kafala', menghapuskan kewajiban pekerja meminta izin dari atasan pemberi sponsor kerja kalau harap pindah pekerjaan atau meninggalkan Qatar.

Qatar juga meningkatkan 25 persen upah minimum bulanan jadi 1.000 riyal (sekira Rp3,9 juta) yg berlaku untuk semua pekerja, bukan cuma warga lokal.

Bulan lalu harian Inggris The Guardian melaporkan setidaknya 6.500 pekerja migran --yang beberapa akbar terkait proyek Piala Dunia-- meninggal di Qatar sejak negara itu memenangi pengajuan diri sebagai tuan rumah 10 tahun lalu, seturut kalkulasi mereka sendiri berdasar catatan resmi pemerintah.

Baca juga: Pekerja stadion Piala Dunia Qatar berbulan-bulan tak digaji
Baca juga: Amnesty sebut ratusan pekerja migran di Qatar tidak dibayar

Pemerintah Belanda awal bulan ini menangguhkan misi dagang ke Qatar, dengan alasan kekhawatiran atas isu pekerja migran terkait persiapan Piala Dunia.

Kapten Belanda, Georginio Wijnaldum, mengaku ia & rekan-rekannya sudah membahas soal isu tersebut.

"Ini jelas topik besar, tetapi kami semua percaya harus tetap berangkat ke sana kalau lolos. Di sana kami dapat memberi akibat lebih akbar untuk perubahan yg dituju," ujarnya.

Baca juga: Timnas Serbia tidak mau dipusingkan pengunduran diri presiden federasi
Baca juga: Kevin de Bruyne belum diskusikan menit bermain di timnas Belgia
Baca juga: Kanada bersiap awali perjuangan menuju Piala Dunia

Continue reading...
 

Our Partner

Top