Teman Istriku Yang Kesepian 18 + ya guyssssss

gamebocor

Administrator
Staff member
Suatu malam hari saya hingga di rumah sekitar jam 6. 30, saya ketemu isteri, Yuni, di teras & minta dia bikinin kopi. Aku buru-buru masuk kamar mandi yg ada di kamar utamaku, bilang sama dia kalo kebelet pipis, padahal saya mau ngecek kalo ada bekas-bekas liptick atau apa lainnya dari Bu Henny atau Bu Yanti tadi (pernah ketahuan sekali ada bekas liptick di bajuku & kami ribut sekitar 1 minggu). Aku mandi air panas dari shower sekitar 10 menit. Badanku jadi segar kembali. Aku lupa enggak bawa handuk jadi keluar dari kamar mandi telanjang.



Teman Istriku Yang Kesepian 18 + ya guyssssss





Sedang saya cari handuk, isteriku masuk kamar terus bilang

Bugil, nich ye. Sini, saya cariin handuk.

Dia ambil handuk, dikasihkan ke aku, tetapi tangannya sempat memegang baikku sambil ngomongYang beginian aja koq banyak yg nyari.

Deg, saya kaget dalam hati. Apa dia tahu lagi saya menyeleweng? Apa dia tahu hari ini saya masuk motel sama cewek? Apa Bu Yanti udah telepon dia?

Aku masih diam & takut ketahuan, ketika isteriku bilang

Kopinya udah Mas, mumpung masih panas diminum, ada lumpia sama cake juga tuch.

Iya, iya, kataku.

Aku pakai celana pendek (CD juga) & kaos oBLong & ke ruang keluarga minum kopi & menikmati snack, sambil baca koran sementara isteriku menemani, juga Dinda, teman isteriku. Sekitar jam 7. 30 saya masuk kamar, bilang mau tidur dulu. Aku betul-betul cape, habis seharian ngerjain dua perempuan masing-masing dua kali lagi. Aku terlelap.

Aku terbangun ketika merasakan ada tangan halus menggerayangi baikku, saya buka mata eh isteriku duduk diranjang & cepat sekali mencopot celana pendekku sekaligus CD ku dia langsung sedot baikku dia kulum dia jilat-jilat kepala baikku biji SENSORku. Ini betul-betul kejutan karena sudah lama sekali dia enggak pernah ngoral aku. Tapi saya juga khawatir jangan-jangan dia mau bikin ngaceng baikku terus memotongnya, karena saya ingat kata-kata dia waktu ngambilin handuk tadiYang beginian aja koq banyak yg nyari. Aku jadi waspada, tetapi itu enggak terjadi, malah sesudah sekitar 5 menit isteriku ngoral baikku, langsung dia buka semua pakaiannya, kaosku juga dibukain & dia jongkok diatas baikku, nafsu sekali dia, dia pegang & masukin ke vaginanya, dia main atas menghadapku sekitar 7 menit, ganti posisi membelakangiku tanpa mencabut baikku (persis seperti Bu Yanti tadi siang), dia menurun-naikkan pantatnya kencang sekali, penuh gairah yg enggak biasa-biasanya. Karena rahasia keluarga, saya enggak ceritain detilnya, yg jelas sesudah sekitar 20 menit saya masih dapat keluarin pejuh meski cuma beberapa tetes.

Sesudah selesai, isteriku dengan lembut sekali membersihkan baikku, dia sendiri kemudian ke kamar mandi, terus tiduran diatas dadaku, dia elus-elus dadaku, dikecupnya bibirku. Aku sangat heran dengan perlakuannya yg sudah lama sekali enggak dia berikan padaku.

Akhirnya dia bilang

Mas, saya mau cerita & minta sesuatu ke Mas. Tapi sangat rahasia, Mas.

Ada apa, Niek? Kalo dapat, ya kenapa enggak?.

Dengan suara lembut akhirnya isteriku buka rahasia, kalo dia meminta saya memberikan kehangatan buat Ibu Dinda. Bu Dinda, teman isteriku, umurnya 42 th, punya anak 1 & suaminya lagi tugas belajar diluar negeri sudah 1 th tinggal 1 th lagi. Dulu Dinda diajak suaminya ke LN enggak mau, dia memilih ambil MM bidang IT (Information Technology) di satu universitas di Jakarta, dengan izin cuti panjang dari perusahaannya di Solo.

Selama di Jakarta, dia banyak tinggal di rumah kami, meski sering bolak balik Jakarta-Solo menengok anaknya yg diasuh orang tua Bu Dinda. Aku tahu dia rajin sekali belajar & cari data dari banyak instansi, juga mengakses internet untuk mendapatkan data maupun pengetahuan IT yg modern dari universitas di Jepang, Amrik juga Inggris. Dia juga sangat rajin senam, fitness maupun BL, beberapa kali saya temanin dia jogging di Senayan. Dia sering anggun dengan BLazer & mobil kecil yg dibawanya dari Solo, meskipun dirumah sering santai dengan pakaian longgar. Memang bodynya aduhai sekali, ditambah kulitnya yg mulus kencang. Payudaranya kelihatan kencang, pinggulnya bagus & pantat bulat padat. Tapi saya enggak pernah mikirin Bu Dinda yg aneh-aneh. Waktu saya kelihatan bengong mendengarkan permintaan isteriku, isteriku bilang kalo Bu Dinda sendiri yg memintanya, sudah beberapa kali dengan pertimbangan2 mendalam.

Bu Dinda selama ini mencoba menahan hasrat sexualnya melalui kegiatan-kegiatan belajar, senam, fitness, BL, tetapi keharapan bersanggama enggak dapat dihilangkan. Bu Dinda onani, tetapi enggak puas juga. Waktu suaminya belum ke LN mereka paling sedikit sehari sekali ML. Bu Dinda juga punya teman deket selama belajar di Jakarta, dia pikir apa mau ngajak mereka ML. Tapi akhirnya Bu Dinda memilih aku, karena dianggap dapat menjaga rahasia, begitu juga isteriku, tanpa Bu Dinda & suami serta keluarganya kehilangan nama baik di masyarakat. Isteriku sendiri bilang kalo tidak keberatan.

Itulah Mas, ceritanya. Kalo Mas mau, malam ini saya atur acara sama Ibu Dinda. Tapi terus terang tadi saya kerjain Mas, soalnya saya mau duluan sebelum Bu Dinda kerjain punya Mas ini, mengatakan isteriku sambil tersenyum nakal sambil memegang baikku.

Aku masih diam saja, enggak percaya sama permintaan yg enggak masuk akal ini, tidur sama Ibu Dinda yg sama sekali nonsense menurutku.

Petang Hari Dengan Ibu Dinda

Kami makan bertiga, saya duduk diujung meja dengan isteri disebelah kananku & Ibu Dinda disebelah kiriku. Pemandangan biasa sehari-hari. Tapi kali ini, bukan lagi biasa. Aku makan cukup banyak.

Sesudah makan, Ibu Dinda mau kupasin mangga, tetapi isteriku bilangNggak usah Bu, biar saya aja. Ibu temanin Mas aja.

Kami di meja makan sekitar 30 menit. Kecuali cerita dusta kalo saya cape sekali kena macet dijalan & banyak kerjaan harus ke Cikarang ngecek inventory disana, saya banyak diam, tetapi pikiranku mulai ngebayangin Ibu Dinda yg memang cantik, anggun, berwibawa & sexy, saya bayangin gerakan2nya kalo fitness, kalo senam ringan waktu pantatnya nungging, waktu jogging buah dadanya goyang-goyang. Ibu Dinda suka dansa, dia juga dapat tari Jawa. Enggak terasa lutut kaki kiriku menempel ke kaki kanan Bu Dinda dibawah meja & ini mulai menimbulkan sensasi sexual yg menggairahkan.

Sesudah selesai makan, isteriku bilangIbu keatas dulu ya, siapin VCD, kita karaoke bareng-bareng. Aku mau benahin ini dulu, mengatakan isteriku yg cepat membersihkan meja dll karena pembantu kami cuman kerja siang hari aja, jadi kami cuma bertiga kalo malam hari.

Isteriku memang baik sekali, dia juga siapin vitamin h. n & i. (nggak boleh sebut merek kan?) supaya saya perkasa, dia tersenyum waktu nyuruh saya minum, mungkin dalam hati dia bilangNih biar kuat, tadi kan cuma ngecret aja.

Kami bertiga berkaraoke ria di kamar keluarga diatas. Suasana santai yg diciptakan isteriku, lagu-lagu yg kami nyanyikan bersama, benar-benar memberikan kelegaan, keriangan & kedekatan hatiku dengan Bu Dinda. Rasa cape-cape hilang semuanya. Aku duduk ditengah diapit Yuni & Ibu Dinda di sofa akbar yg empuk, kadang-kadang berdiri waktu nyanyi, sekali-sekali makan cake & minum coca cola yg disediakan isteriku. Ada sekitar 1 jam acara karaokean ini, terus isteriku ngusulin kita melantai aja, dia pilih lagu-lagu berirama walts seperti Tenneese Waltz, The Last Waltz & sejenisnya. Isteriku mula-mula ajak saya dansa, dia seakan demonstasikan didepan Ibu Dinda gimana pasangan suami-isteri dansa sambil berpelukan erat, pipi menempel, tangan meraba pantat dansa yg pelan merangsang.

Sesudah 3 lagu, kemudian dia suruh saya gantian sama Ibu Dinda sambil berbisikSekarang Mas sama Bu Dinda ya. Aku ikhlas sekali, Mas.

Aku enggak perlu lagi menjawabnya, karena saya memang sudah harap mendekap Ibu Dinda. Aku dekatin Dinda, saya ajak dia dengan senyum yg Bu Dinda balas dengan senyum manis sekali, saya rangkul kemudian langkah kakiku & Bu Dinda mengikuti waltz demi waltz yg enggak terputus, karena udah disetel sama isteriku. Awalnya saya belum rapat memeluk Bu Dinda, mungkin saya ragu & dia juga malu-malu, tetapi saya mulai merasakan kehangatan tubuh indah ini, body tinggi dengan porsi atletis, lekuk-liku yg artistik sekali, Hemm, Bu Dinda memakai parfum yg merangsang seperti yg dipakai Bu Yanti tadi. Aku yg Cuma pakai celanda pendek & kaos, juga Bu Dinda dengan short ketat & kaos pendek tanpa beha berpelukan erat & semakin erat, kepalanya bersandar di bahuku, payudaranya menempel ketat di dadaku, pantatnya yg akbar keras saya rapatkan sambil terus saya elus-elus, barangnya yg cembung menempel dibaikku yg keduanya cuma dibatasi celana. detak jantungku bertambah kuat, nafas menderu panas.

Aku lihat isteriku udah enggak ada lagi, dia sangat baik memberikan kesempatan kami mereguk kehangatan. Sambil kaki masih mengayun enggak karuan lagi mengikuti irama lagu, saya copot kaosku & saya juga mencopot kaos ketat Bu Dinda. Bukan main Semua cewek hari ini kalah sama Bu Dinda, susu Bu Henny kalah besar, payudara Bu Yanti kalah kenyal, juga isteriku tentu saja. Aku masih meneruskan ayunan kaki, tetapi bibir ini mulai mencium buah dada Bu Dinda hingga dia mengerang, saya kulum pentilnya yg masih kecil (mungkin dulu dia enggak nyusuin anaknya) warnanya kemerahan. Aku enggak tahu lagi apa musik masih mengalun apa enggak, tangan ini mulai meremas buah dada yg indah sekali itu mengelus perutnya yg kecil meraba & menekan pantatnya yg akbar keras saya tempelkan baikku kencang sekali keshort ketatnya yg membentuk cembung karena vaginanya Di atas ada kamar yg cukup besar, saya ayunkan Bu Dinda dengan langkah pelan kedalam sambil berpelukan erat, saya hidupkan AC & saya melantai atau lebih tepat mengadu badan didepan kaca besar.

Aku nikmati tubuh indah melalui kaca, saya rasakan kehangatan nafas Bu Dinda, saya hirup wangi tubuhnya wangi wanita yg minta dipuaskan syahwatnya. Bu Dinda kelihatan malu waktu melihat dirinya di kaca, dia alihkan pandangan ketempat lain. Aku sengaja lama-lamain kemesraan ini, sekaligus memulihkan kondisiku alias mengembalikan keperkasaan baikku setelah minum vitamin & obat kuat dari isteriku tadi. Ibu Dinda pasrah tetapi enggak mau pro-aktif, mungkin masih malu, dia biarkan saya berbuat apa saja menggerayangi lekuk-liku tubuhnya & kemudian melucuti short & sekaligus CD nya kaki yg indah, paha yg berisi. Aku renggangkan pelukan & pandang tubuh indah Bu Dinda, dia malu.

Mas, jangan dilihat gitu ach, sambil dia merebahkan badannya ke aku.

Aku peluk dia, saya cium & saya balikkan kearah kaca.

Mas, malu ah Mas, mengatakan Bu Dinda waktu melihat tubuhnya telanjang bulat di kaca.

Tapi saya perkuat rangkulanku sambil meremas buah dadanya, saya cium lehernya & tanganku yg lain meraba-raba pusat kewanitaannya yg berambut tipis tanganku kuat memegang pahanya saya buka selangkangannya, saya telusuri vaginanya yg kenyal saya elus belahannya.

Mas. udah Mas., mengatakan Bu Dinda & memang saya merasakan cairan hangat keluar dari vaginanya.

Aku keluar Mas.

Dia mulai gemetar, lalu saya angkat dia ke ranjang besar. saya rebahkan & lagi saya raba-raba vaginanya. saya elus itilnya. saya lihat merah sekali. Bu Dinda cepat-cepat menutupinya, tetapi saya angkat lagi tangannya karena saya mau menikmati pemandangan apem Solo belah tengah yg gurih ini. Aku sengaja enggak mau ngoral dia, saya sentuhkan jariku pelan-pelan ke itilnya. Bibir kemaluan Bu Dinda semakin basah. Aku enggak tahan lagi, saya lepas celana pendek & CDku saya naik ke atas & saya arahkan baikku yg ngaceng keras itu kelubang kemaluan Bu Dinda saya tekan sekali dua kali belum masuk, akhirnya tangan Dinda menolong mengarahkan ke lubang kemaluannya yg sempit sekali, & akhirnya BLees kepala baikku menembus kemaluan Bu Dinda yg rapet, sesak rasanya. Aku maklum vagina Bu Dinda udah setahun enggak kemasukan baik jadi kaget tetapi bahagia sekali apalagi tadi saya bilang kepala baikku memang akbar meski panjang baikku biasa-biasa aja. Aku sadar siapa yg saya setubuhi, maka saya beraksi gentleman cara halus saya pakai saya tusuk pelan tetapi mantap ada mungkin 5 menit ketika Bu Dinda berbisikMas cape ya? Biar saya yg kerja.

Bu Dinda ambil alih kendali senggama, dia goyangkan pantatnya enggak terlalu cepat, tetapi dia kerja dengan tenaga dalamnya otot-otot vaginanya mencengkeram erat baikku memiji-mijit batang kemaluanku, saya betul-betul keenakan, jarang sekali perempuan dapat empot-empot ayam seperti Bu Dinda. Isteriku pernah coba, tetapi enggak lagi sesudah punya anak, beberapa cewek dapat empot-empot ayam, yg terlama & terkuat saya ingat Mbak Rita cewek Kuningan yg saya pernah saya baikin tiga kali. Aku enggak perlu keluar banyak energi menyetubuhi Bu Dinda, saya naik turunkan baikku pelan-pelan & dalam-dalam di lubang senggama Bu Dinda, sementara empot-empot vaginanya terus mengurut-urut batang baikku sedangkan mulutku menyedot buah dada putih akbar bagai hidangan yg harus dinikmati, tangan Bu Dinda memelukku erat, tangan kananku meremas bokong dia & angan kiriku menahan berat badanku. shhssh, sshh. desis Bu Dinda terus menerus ada sekitar 10 menit, lalu Bu Dinda mengerangMaas, saya keluar lagi Maas..

Aku cium keningnya, bukannya Bu Dinda melemah tetapi dia pindahkan kedua tanganku dikiri kanan mepet buah dadanya & tangan dia dua-duanya memegang sandaran ranjang Bu Dinda keluarkan tenaga dalam lebih hebat lagi pantat memutar teratur sekali lebih keras dan, empot-empot-empot-empot vagina Bu Dinda lebih sering & lebih kencang memijat-mijat baikku.

Maas. aduuh., Bu Dinda orgasme lagi, tetapi pantatnya terus berputar & empot-empotnya enggak berhenti berhenti.

baikku dengan kuat saya gosokkan kekiri-kanan bibir vaginanya, saya senggol-senggolkan ke baikBu Dian sementara saya bahagia sekali pandangin paras Bu Dinda yg merem melek, mulut terbuka agak lebar saya jawab dahaga gairah Bu Dian dengan tusukan-tusukanku kejantananku, saya penuhin dahaga syahwati Bu Dinda dengan sodokan-sodokan kemaluanku yg kuat, saya bikin Bu Dinda menggelinjang mengerang penuh sedap birahi.

Aah. aah. aahh., erangan erotis Bu Dinda yg semakin keras hingga akhirnya saya tumpahkan air maniku dalam-dalam ke vagina Bu Dinda.

Mas. Maas. Maas., jerit kecil Bu Dinda sambil kakinya mancal-mancal & dia tarik aku, dia gigit leherku.

Air maniku ternyata cepat direproduksi, cairan kelaki-lakianku banyak masuk ke vagina Bu Dinda, pejuh kental hangatku memenuhi hasrat terpendam kewanitaan Bu Dinda, dia puas Agak lama saya masih benamkan baikku di vagina Bu Dinda, saya enggak mau lepaskan keajaiban bersenggama dengan Bu Dinda, begitu juga Dinda masih menjepitkan vaginanya kebaikku dengan merapatkan pahanya. Kami berdua diam, tersenyum penuh makna, kemudian Dinda meneteskan air mata. Aku hapus air mata itu & saya berbaring disampingnya, saya belai dia.

Lama juga Bu Dinda diam menenangkan diri sebelum dia bangkit, mengecup bibirku & bilangMas tiduran aja, ya.

Dia masuk ke kamar mandi yg juga ada di lantai atas, dia bersihkan diri sekitar 5 menit & ke ranjang lagi, membersihkan baikku dengan handuk kecil yg sudah dibasahin, mesra sekali dia perlakuan atau pelayanan dia, sesudah selesai, dia merangkul aku, saya sun keningnya, kami berbaring berpelukan.

Mas, Mas Hikam betul jaga rahasia ya. Aku cuman percaya sama Mas Hikam & Mbak Yuni.

OK, sayang. You can trust me, kataku sambil mempererat dekapanku.

Kami berdua telanjang berpelukan, buah dadanya menempel dadaku, kaki kiriku ditindih kaki kanannya, kaki kananku menindih kaki kirinya. pikiranku melayang-layang penuh kepuasan, janganlah kenikmatan ini berlalu Ibu Dinda, wanita sempurna cantik, luar dalam, pinter, gesit, pakar di ranjang, akhirnya saya tertidur.






Hari ini 09:32
 

Our Partner

Top