Silaturahmi Sebagai Sarana Menguatkan Persaudaraan atau Menghancurkan?

gamebocor

Administrator
Staff member
Silaturahmi Sebagai Sarana Menguatkan Persaudaraan atau Menghancurkan?


Silaturahmi itu media untuk menambah & mempererat persaudaraan serta rasa welas asih atau untuk bergunjing sih?


Nah, Emas-emas & Embak-embak tentunya sudah pada tahu jawabannya kan? Tapi bukan berarti saya tidak melanjutkan opini dari hati saya yg terdalam. Ya sekedar sebagai ulasan yg bersifat cerminan untuk diri sendiri supaya berhati-hati saat bersilaturahmi.



Silaturahmi menurut KBBI adalah tali persahabatan atau persaudaraan. Berati saat bersua dengan seseorang, beberapa orang atau orang banyak sudah ada niat & tujuan yg baik. Namun fakta membuktikan di balik niat baik ada bumbu penyedapnya, disadari atau tidak, disengaja atau tidak.

Biasanya berawal dari menanyakan kabar seseorang yg tidak hadir, maka akan berbuntut panjang untuk mengulik urusan pribadinya, iya nggak? Wah jadi ada lambe turah dalam silaturahmi. Maaf bila opini saya sedikit sengak, tetapi begitulah kenyataan yg terjadi di lapangan.
Silaturahmi Sebagai Sarana Menguatkan Persaudaraan atau Menghancurkan?


Hal-hal yg tidak penting pun mulai digali, awalnya cuma sekedar menciptakan suasana tidak kaku & ada topik pembicaraan, tetapi makin lama akan ada hal yg dapat menciptakan seseorang tersinggung atau memang sengaja untuk mentinggung dalam percakapan. Kalau yg dibahas soal bagaimana cara menciptakan masakan, membangun bisnis, membicarakan idola yg sedang viral, sinetron yg lagi naik daun atau mengatasi suatu masalah, itu sangat bagus sekali, tetapi bila tidak pertemuan yg awalnya baik akan jadi sebuah racunosasi. Rata-rata kaum hawa setelah membicarakan tentang positif akan merembet ke hal negatif. Ngaku saja, iya kan?
Silaturahmi Sebagai Sarana Menguatkan Persaudaraan atau Menghancurkan?


Nah, lantas kemana niat & tujuan awal tadi?
Yang suka bergunjing akan membumbui supaya pembicaraan makin hot, tetapi yg tidak suka dapat mengerjakan hal ini supaya perhubungan tidak berlarut-larut. Apa saja gerangan?

1. Diam, tidak ikut dalam pembicaraan negatif

2. Mengalihkan topik bahasan

3. Melipir alias minggir & mencari teman ngobrol yg lain yg satu frekuensi atau mengerjakan aktifitas lain, misal lihat berita online di ponsel.

4. Ucapan yg menyakitkan sebaiknya dibuang jauh, anggap seseorang yg berbicara kurang baik sedang kurang sehat.

5. Kembalikan suasana Silaturahmi pada tujuan awal.

Sepertinya mudah walau dalam praktek pasti akan ada rasa tak nyaman & ganjalan di hati. Itulah yg harus dihadapapi, bermacam sifat & sikap orang, tidak semua dapat menyenangkan, bila ada yg tidak menyenangkan ya mau bagaimana lagi. Nyesek boleh tetapi segera hilangkan.

Jika takdapat menjaga telinga, setidaknya sudah menjaga lisan(semedi)

Mengambil manfaat dari silaturahmi itu sangat lebih baik dari pada larut dengan mereka yg bahagia bergunjing, dapatkan itu sedikit atau banyak. Kita tahu manfaat dari mempererat ailarurahmi diantaramya.

1. Mendapatkan informasi baru, tentang SENSORjaan atau bisnis misalnya
2. Menambah teman & memperluas jaringan pertemanan
3. Memetik keberkahan & rahmat

Jadi sepatutnya kita bijaksana dalam bertutur mengatakan & bersikap ketika bersilaturahmi.

Salam



Semedi, 18 Maret 2021​




Sumber gambar pixabay Hari ini 20:08
 

Our Partner

Top