NGERI JUGA JADI PEMILIK SAHAM KALAU "DIKORBANKAN"

gamebocor

Administrator
Staff member
NGERI JUGA JADI PEMILIK SAHAM KALAU DIKORBANKAN


Terperangah juga baca berita liputan spesifik majalah ini. Mendalam & masuk akal juga penjelasannya soal perkara Jiwasraya.

Link e-magz lengkapnya:

Sampai sekarang masih terus dibicarakan berbagai kalangan pakar hukum, ekonomi, pasar modal, asuransi, politisi & lainnya.

Sebab baca majalah tersebut, sekarang baru tercerahkan juga belitan masalahnya. Yang rada aneh & tidak adil juga bila disimak.

OKE, vonis kurungan pidana ke Benny Tjokro --sebut saja dengan BT-- sudah ditetapkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). BT diputuskan majelis hakim mendekam seumur hidup di 'hotel prodeo'. Lalu BT ajukan upaya hukum lain banding. Dan tidak berhasil lagi. Entahlah, apakah BT bakal ajukan kasasi kelak atau tidak.

Nah, BT ini adalah nama pelaku rasuah di Jiwasraya yg paling kerap muncul. Coba saja cek pemberitaan, pasti nama BT paling populer ketimbang terdakwa lainnya. Yang dapat saja disimpulkan: BT KORBAN SKENARIO JAHAT JIWASRAYA.

Kok berani segamblang itu menyebut BT korban di Jiwasraya? Lha iya, wong BT ternyata cuma punya saham kode MYRX yg sempat digadaikan ke Manager Investasi (MI) alias pialang saham & sudah ditebus, nyatanya malah ditangkap. Apa bukan dikorbankan begitu?

Gampangnya begini; BT tahun 2015 berjumpa dengan pialang saham. BT butuh modal usaha & si pialang menawarkan transaksi REPO (gadai saham). BT setuju & digadaikanlah sahamnya senilai Rp 750 miliar dengan angka cuma Rp 150 miliar pada tahun 2015.

Berlanjut, saham BT yg di REPO tadi ditebus tahun 2016 sebesar Rp 200 miliar. Artinya si pialang & penerima gadai saham tadi untung Rp 50 miliar. Nah, saat BT sedang menggadai sahamnya, lalu saham itu 'dibawa' ke Jiwasraya oleh makelar, itu bukan urusan BT lagi kan.

Saham kode MYRX yg di REPO BT kemudian oleh pialang dibawa ke Jiwasraya hanyalah 1 dari 123 pemilik saham (emiten) lain yg ada. Berarti di Jiwasraya ada 124 emiten dibawa makelar, yg salah satunya saham BT.

Sampai di situ sangat jelas ya? Yang jadi tidak jelas itu (dari berita diungkap majalah tadi) KENAPA CUMA BT SEORANG SEBAGAI EMITEN YANG DIBUI? Bagaimana dengan 123 emiten lainnya yg juga tercatat di Jiwasraya gara-gara dibawa makelar?

Begitu Jiwasraya kolaps keuangan, terus diaudit ditemukan ada implikasi dari main investasi saham, lantas 'tunjuk hidung' ke BT sebagai pelaku? Meski Direksi Jiwasraya & pialang juga sudah dijatuhi vonis Pengadilan Tipikor.

Tapi bukan itu jadi sorotannya. Kenapa 123 emiten lain tidak dikulik mendalam proses hukumnya? Apa ada pilih kasih soal siapa pemilik saham yg pantas dipidanakan & tidak saat ada masalah keuangan muncul? Apa 123 emiten lainnya punya keistimewaan ketimbang BT? Apa 123 emiten lain dibekingi kekuasaan? Entahlah...

Yang jelas ini sangat menakutkan dalam bisnis saham. Apalagi kalau kita adalah pemilik saham & sedang bertransaksi investasi dengan pihak ketiga. Bisa saja kita jadi 'tumbal' hukum kalau tidak disukai atau sengaja memang dikorbankan kalau tiba-tiba kawan bisnis mengalami kerugian.

Padahal kawan kita bukan cuma bertransaksi saham dengan kita saja. Ada belasan, puluhan, ratusan, bahkan ribuan pemilik saham lainnya. Tapi kalau memang ada skenario harap kita yg dipenjara, semua dapat saja terjadi. BT adalah salah satu contohnya....
Hari ini 10:04
 

Our Partner

Top