Mitos, Fakta, Dan Bahaya Yang Terjadi Saat Musim Hujan

gamebocor

Administrator
Staff member
Sedia payung sebelum hujan, sebuah pribahasa yg kita terapkan secara harfiah pada musim penghujan. Hampir diseluruh wilayah Indonesia beberapa waktu lalu rutin diguyur hujan, BMKG memprediksi puncak musim hujan di Indonesia akan berakhir pada Januari hingga Februari 2021.

Kita harus ekstra hati-hati kala menghadapi musim hujan. Guyuran air dari langit kerap membawa angin kencang, petir, serta hal tak terduga lainnya. Tapi tidak sedikit yg menghubungkan turunnya hujan dengan sejumlah fenomena.

Misalnya kalau hujan turun saat terik mentari menandakan ada orang yg meninggal dunia atau pelangi yg terlihat setelah hujan karena ada bidadari yg datang. Kamu jangan hiraukan pemikiran tersebut, karena semuanya cuma mitos atau dongeng belaka.

Hujan saat terang benderang atau pelangi yg muncul dapat dijelaskan secara ilmiah, justru yg perlu diwaspadai adalah kehadiran para tamu tak diundang yg biasanya berdatangan saat musim hujan.

1. Nyamuk Bermigrasi Ke Dalam Rumah

Mitos, Fakta, Dan Bahaya Yang Terjadi Saat Musim Hujan


Inilah hewan pembunuh manusia nomer 1 di dunia. Saat musim hujan lingkungan sekitar rumah akan jadi lembab, & keadaan inilah yg menciptakan nyamuk mudah berkembang biak.

Langkah menghentikan nyamuk berkembang biak adalah dengan membuang barang-barang bekas serta rajin membersihkan genangan air disekitar rumah.

Perlu diketahui bahwa jentik nyamuk membutuhkan waktu 8 hingga 10 hari untuk beranjak ke tahap daur hidup selanjutnya. Nah, kalau kita rajin membersihkan lingkungan berarti kita tidak memberi ruang untuk perkembang biakkan nyamuk.

Terkadang manusia meremehkan nyamuk saat musim hujan tiba, banyak yg berpikir nyamuk akan mati tertimpa oleh derasnya air hujan. Tapi faktanya tidak begitu, penelitian membuktikan bahwa nyamuk tetap dapat terbang & hidup meski dibawah guyuran hujan deras.

Setelahnya nyamuk akan mencari tempat yg kering dengan bermigrasi ke dalam rumah untuk mencari darah manusia.

2. Tikus Mencari Tempat Kering

Mitos, Fakta, Dan Bahaya Yang Terjadi Saat Musim Hujan


Tak cuma nyamuk, tikus juga patut diwaspadai karena jadi ancaman kesehatan serius. Hewan pengerat ini membutuhkan objek kering seperti kayu, kardus, kain, hingga kertas untuk digigiti supaya giginya sering tajam.

Dan ini yg utama, gigi tikus tidak berhenti tumbuh. Andai berhenti mengunyah, maka giginya akan terus bertambah panjang hingga menusuk otak & menyebabkan kematian.

Jika diluar rumah kondisinya basah akibat hujan, maka tikus akan mencari benda-benda kering kesukaannya yg banyak terdapat di dalam rumah. Dan tikus adalah hewan cerdik, mereka dapat mencari berbagai cara & celah sempit untuk menerobos masuk ke rumah.

Menelusuri selokan, membolongi dinding, & juga memanjat dinding vertikal adalah pekerjaan mudah bagi seekor tikus.

3. Ular Masuk Lewat Lubang Saluran Air

Mitos, Fakta, Dan Bahaya Yang Terjadi Saat Musim Hujan


Hewan melata ini kerap terbawa ke pemukiman warga akibat arus banjir, celakanya pergerakan ular cenderung tidak terlihat. Dan selain cepat, ular juga pandai berenang serta lihai bersembunyi.

Secara tiba-tiba ular dapat berdiam & bersembunyi di dalam rumah. Entah itu disaluran air, kamar mandi, atau atap rumah. Tempat nyaman binatang berdapat ini tidak dapat diterka, banyak orang yg menemukan ular secara tiba-tiba di dalam sepatu.

Yang paling fatal adalah kedatangan ular saat anda sedang terlelap tidur. Ular memang jadi hewan yg paling meresahkan sepanjang musim hujan, selain tidak dapat diduga, ular adalah hewan ganas.

Beberapa spesies diantaranya berdapat sekaligus mematikan, tak heran begitu banyak mitos tentang ular.

Mitos Dan Cara Menanggulangi Ular Saat Musim Hujan

1. Apakah Garam Bisa Mengusir Ular

Mitos, Fakta, Dan Bahaya Yang Terjadi Saat Musim Hujan


Kamu yg pernah naik gunung atau berkemah di alam liar mungkin pernah mendapat saran supaya menaburi sekeliling tenda dengan garam supaya ular tidak mendekat, apa iya ular takut dengan garam..!!

Faktanya adalah bahwa ular tidak takut dengan garam, kenyataannya ular takut garam hanyalah mitos belaka. Karena faktanya hampir semua tipe ular tidak takut ketika bersentuhan dengan garam, & menganggapnya seperti tanah biasa saja.

Nah, bumbu dapur yg paling tepat untuk mengusir ular adalah cuka. Kulit ular bersifat menyerap cairan, kalau terdapat cairan asam maka ular akan otomatis menghindar & pergi.

2. Ular Bisa Melakukan Balas Dendam

Mitos, Fakta, Dan Bahaya Yang Terjadi Saat Musim Hujan


Ada anggapan kalau kita menyakiti ular maka hewan melata ini akan kembali untuk membalas dendam, ada pula cerita kalau anda membunuh ular maka pasangannya akan datang & menyerang manusia yg membunuhnya, semua inilah cuma mitos belaka.

Tidak ada bukti ilmiah bahwa ular memiliki sifat pendendam, ular juga tidak memiliki kecerdasan untuk mengingat memori jangka panjang. Ular juga termasuk hewan defensif yg tidak akan menyerang manusia, kecuali saat merasa sedang terancam.

Reptil ini juga tidak akan memburu manusia kalau pasangannya dibunuh, ular juga tidak memiliki kemampuan yg cukup untuk mengingat objek, mereka juga tidak memiliki sifat loyal kepada satu pasangan, serta tidak punya naluri persahabatan antar sesama ular.

3. Bagaimana Jika Tergigit Ular

Mitos, Fakta, Dan Bahaya Yang Terjadi Saat Musim Hujan


Lalu apa yg harus dilakukan kalau kita digigit ular..?? Pertama-tama kenali tipe ular yg menggigit apakah ular berdapat atau tidak. Ular berdapat memiliki ciri menonjol pada fisiknya, yakni kepalanya berbentuk segitiga & badannya lebih ramping dibandingkan kepalanya.

Lalu dari matanya, pupil ular berdapat berbentuk vertikal sedangkan ular yg tidak beracun cenderung memiliki pupil mata berbentuk bulat. Namun ada dua tipe ular yg dengan pupil mata bulat tetapi sangat berdapat, yakni black mamba & cobra.

Bisa juga dilihat dari cara melatanya, ular yg tidak berbahaya melata dengan berbelok-belok sedangkan ular berdapat cenderung melata dengan tubuh yg aga lurus.

Lantas bagaimana kalau menemukannya saat arus banjir..?? Ular berdapat cenderung berenang di atas permukaan air sedangkan ular yg tidak berdapat biasanya berenang di bawah permukaan air.

Dari bekas gigitan juga dapat diketahui apakah ular itu berdapat atau tidak, kalau bekasnya berbentuk dua titik maka sudah dipastikan anda baru saja digigit ular berdapat, sedangkan ular yg tidak berdapat akan meninggalkan koyakan luka pada kulit manusia bukan dua titik seperti ini.

Dua titik gigitan ular menandakan sang reptil baru saja menyuntikkan racun, biasanya tubuh korban akan berangsur lemas, nyeri otot, demam, hingga kehilangan kesadaran. Saat menuju pertolongan, korban harus tetap tenang & jangan banyak bergerak, kalau terlalu aktif maka racun ular akan terpompa kesuluruh tubuh yg dapat mempercepat proses kematian.

4. Cara Menghindari Ular Berkeliaran Di Rumah

Mitos, Fakta, Dan Bahaya Yang Terjadi Saat Musim Hujan


Saat musim hujan seperti ini lebih baik kita mencegah kedatangan ular dilingkungan sekitar.

1. Bersihkan Rumah Dari Sarang Tikus: Karena tikus adalah mangsa lezat sang ular, & tikus biasanya bersarang pada tumpukan benda yg tidak terpakai.
2. Tutup Semua Celah Saluran Air: Pastikan pipa selokan air yg memiliki akses ke dalam rumah tertutup dengan baik.
3. Tabur Wewangian: Sebenarnya cara ini cuma menghindari saja, karena ular tidak serta merta kabur. Tapi aroma wangi akan menciptakan ular tidak nyaman, karena tidak dapat mengendus keberadaan mangsanya seperti tikus & katak.

Jadi anda sudah tahu kan cara ampuh mencegah hewan tak di undang selama musim hujan. Semoga dengan ini dapat bermanfaat untuk teman-teman semuanya.



Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Sumber 4

Sumber 5

Sumber 6

Sumber 7​


Hari ini 15:38
 

Our Partner

Top