Mengenal Sang Kaisar Tiongkok Terakhir

gamebocor

Administrator
Staff member
Mengenal Sang Kaisar Tiongkok Terakhir


Setelah meninggalnya Kaisar Guangxu pada 14 November 1908, menciptakan Puyi atau diketahui dengan sebutan The Last Emperor naik takhta saat umurnya terbilang masih balita. Namun kepemimpinan Puyi pun harus gugur pada tahun 1912, terjadi fenomena revolusi xinhai yg menciptakannya harus rela tahtanya diturunkan oleh pihak revolusioner dengan Dekret Kekasairan tentang Penurunan Takhta Kaisar Qing .


Terlahir dari klan penguasa Dinasti Qing (Aisin Gioro) pada 7 Febuari 1906. Puyi pun jadi Kaisar perdana yg sanggup menguasai bahasa & menulis dalam bahasa Inggris, ilmu tersebut ia dapatkan dari seorang diplomat asal Skotlandia yg bernama Scotsman Reginald Johnston. Selain itu, ia juga mempelajari matematika, sejarah dunia, & geografi dari Johnston, serta diplotmat tersebut menyarankan Puyi memakai kacamata untuk meminimalisir penyakit rabun yg ia derita. Hal itu pun jadi kontroversi & dianggap sebuah hinaan kepada seorang Kaisar.


Di sisi lain, Puyi bukan lah anak dari keturunan langsung Kaisar Guangxu. Melainkan anak tertua dari adik tirinya sang Kaisar, hal tersebut di sebabkan Guangxu tidak memiliki keturunan untuk menggantikannya. Lalu, istri dari sang Kaisar yaitu Permaisuri Longyu mengadopsi Puyi untuk jadi anaknya & menjadikannya pengganti dari Guangxu, ketika umurnya masih menginjak dua tahun.


Menjadi seorang Kaisar di usia yg masih terbilang balita menciptakan ayah Puyi pun dijadikan pendamping untuk menjalankan alur pemerintahan bersama jenderal Yuan Shikai. Namun pada Febuari 1911, Tiongkok mengalami transisi sistem kepemerintahan menciptakan perubahan dari monarki ke republik. Hal itu menciptakan Permaisuri Longyu menandatangi pengunduran diri atas nama Kaisar Puyi & Pada tanggal 12 Febuari 1912 dikeluarkannya Dekrit Kekaisaran tentang Penurunan Takhta Kaisar Qing yg menghasilkan perubahaan sistem kepemerintahan Tiongkok.


Selama 5 tahun berselang, Puyi pun kembali mendapatkan gelarnya jadi Kaisar pada 1 Juli hingga 12 Juli 1917. Upaya tersebut hasil dari campur tangan jeneral Zhang yg masih loyal terahadap Dinasti Qing. Namun tindakan Zhang digagalkan oleh para jenderal yg pro kepada sistem kepemerintahan republik, yg mengharuskan Puyi kembali turun dari takhtanya. Lalu, kembali pulang ke kediaman masa kecilnya.


Ketika Jepang menjajah negara Tiongkok, Piyu pun kembali dinobatkan jadi Kaisar di Manchukuo pada 1934, hal itu merupakan buah dari kepatuhan Piyu kepada negara Jepang. Namun, diangkatnya Piyu cuma jadi boneka atau strategi politik Jepang saat itu yg menciptakannya merasa terkekang & diawasi, serta menyuruhnya berpindah ke agama Shinto. Selain itu, kekalahan Jepang pada 1945 menciptakan Piyu pun harus turun dari takhtanya kembali & menjadikannya penjahat perang, lalu Puyi dihukum dengan mendekam selama 10 tahun dalam Pusat Manajemen Penjahat Perang Fushun di Liaoning Harbin.


Ketika terbebas dari masa hukumannya, Puyi pun dibentuk jadi seorang komunis sejati & dipaksa untuk meninggalkan gelar, serta mental khas feodal khas penghuni istana. Lalu, diberikan izin untuk tinggal di Beijing & diberikan pekerjaan untuk mengurus Kebun Botani dalam kawasan tersebut oleh pimpinan partai komunis Mao Zedong. Akhirnya Puyi pun meninggal pada 17 Oktober 1967 akibat kanker ginjal & penyakit jantung.​


Spoiler for Refrensi:
Pict: Wikipedia

Hari ini 02:33
 

Our Partner

Top