Mengenal Karl Wallenda, Sang Legenda Sirkus Dunia

gamebocor

Administrator
Staff member
Siapa yg nggak kenal dengan sebuah acara hiburan bernama Sirkus? Sebuah acara yg menampilkan berbagai macam atraksi mulai dari yg unik hingga yg ekstrem. Dalam sebuah acara sirkus, ada satu atraksi yg menampilkan seseorang atau sebuah kelompok yg sanggup berjalan di atas seutas tali yg dibentangkan dari satu titik ke titik yg lain di atas permukaan tanah. Atraksi ini adalah salah satu atraksi paling ekstrem yg kerap dipertunjukkan di sebuah acara sirkus. Nah, tahukah kalian kalau ada satu sosok pemain sirkus legendaris dunia yg diketahui dengan atraksi berjalan di atas talinya ini? Seperti apakah sosoknya? Langsung aja...


Spoiler for Siapa itu Karl Wallenda?:
Mengenal Karl Wallenda, Sang Legenda Sirkus Dunia


Karl Wallendaadalah salah satu pemain atraksi menantang maut yg disebut sebagai Daredevil. Beliau lahir pada 21 Januari 1905 di Magdeburg, Jerman. Atraksinya yg paling fenomenal adalah berjalan di atas tali. Beliau merupakan putra kedua pasangan Kunigunde (Jameson) & Engelbert Wallenda, sebuah keluarga pemain atraksi berjalan di atas tali.

Mengenal Karl Wallenda, Sang Legenda Sirkus Dunia


Ilustrasi Berjalan di atas Tali​


Karl memiliki seorang Kakak bernama Herman Wallenda & seorang Adik Laki-Laki bernama Willi Wallenda. Beliau sudah aktif jadi seorang Daredevil sejak usianya yg keenam. Saat itu, Beliau di acara sirkus milik keluarganya. Menginjak usia remaja, Beliau pernah mengikuti sebuah kontes yg dapat dibilang...cukup unik. Kontes tersebut bernama Hand balancer with courage, sebuah kontes uji nyali yg meminta pesertanya untuk melewati berbagai macam rintangan yg sudah disediakan. Dan syarat utama yg harus dipenuhi dalam kontes tersebut adalah pesertanya WAJIB berjalan mengpakai kedua tangannya (Handstand). Karena Karl berasal dari keluarga pemain sirkus, itu bukanlah hal yg sulit baginya. Singkat waktu, Beliau pun keluar sebagai pemenangnya.

Pada tahun 1922, Karl bersama Kakaknya, Herman meneruskan pekerjaan kedua orang tuanya. Selain mereka berdua, mereka merekrut 2 orang lainnya, yaitu Joseph Geiger & Helen Kreis. Helen inilah yg nantinya jadi istri pertamanya Karl. Karl & Herman pun resmi mendirikan kelompok atraksi bernama The Flying Wallenda.

Mengenal Karl Wallenda, Sang Legenda Sirkus Dunia


The Flying Wallenda
Dari kiri ke kanan : Carla Wallenda (Putri Kandung Karl Wallenda), Karl Wallenda, Raymond Chitty & Richard Guzman (Suami Carla Wallenda/Menantu Karl Wallenda)​


Selama beberapa tahun, The Flying Wallenda mengerjakan tur ke beberapa negara di Eropa. Hingga satu waktu saat mereka sedang tampil di Kuba, seorang pemilik sirkus bernama John Ringling tertarik untuk merekrut mereka ke dalam kelompoknya yg bernama Ringling Brothers and Barnum & Bailey Circus. The Flying Wallenda pun menyetujui tawaran John & pada tahun 1928, The Flying Wallenda memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat.

Mengenal Karl Wallenda, Sang Legenda Sirkus Dunia


John Ringling​


Debut The Flying Wallenda bermula saat Ringling Brothers and Barnum & Bailey Circus tampil di Madison Square Garden. Mereka beraksi di atas tali tanpa mengpakai jaring pengaman. Mereka pun berhasil menunjukkan atraksinya dengan sempurna & mendapatkan sambutan meriah dari penonton. Sejak saat itu, The Flying Wallenda pun kian populer di dunia sirkus.

Di tahun 1938, ada satu ide gila dari Karl yg menurutnya akan sangat fenomenal kalau Ia & seluruh anggota The Flying Wallenda sukses mengeksekusinya dengan sempurna. Namun, ide tersebut Karl tahan hingga beberapa tahun lamanya.​





Spoiler for Kebakaran Hatford:
Mengenal Karl Wallenda, Sang Legenda Sirkus Dunia


Pada 6 Juli 1944, ada sebuah insiden yg nyaris merenggut nyawa para anggota The Flying Wallenda.

Kejadiannya terjadi di Hartford, Connecticut saat Ringling Brothers and Barnum & Bailey Circus tengah tampil di kota itu. Saat itu, ada sekitar 8.000 penonton yg hadir untuk menyaksikan sirkus. Acara pun berjalan lancar pada awalnya, namun usai atraksi pawang singa berakhir, tibalah giliran The Flying Wallenda beraksi. Di tengah aksi mereka, para pemain musik pengiring memberikan sinyal kepada pembawa acara sirkus bahwa tenda sirkusnya terbakar. Para penonton sempat mencium bau gosong di sekitarnya & mulai menyadari kalau tenda sirkusnya terbakar. Si pembawa acara berusaha semaksimal mungkin untuk menenangkan para penonton, sayangnya akibat yg merambat dengan cepat, Ia tidak dapat menenangkan para penonton. Timbullah histeria massa di tengah kobaran api. Beberapa diantara mereka ada yg berhasil selamat, termasuk semua anggota The Flying Wallenda. Namun, akibat kejadian tersebut sebanyak 167 orang meninggal dunia & lebih dari 700 orang penonton mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut. Peristiwa kebakaran tersebut merupakan salah satu Peristiwa Kebakaran Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Amerika Serikat.

Ringling Brothers and Barnum & Bailey Circus dituntut akibat peristiwa tersebut. Berdasarkan keputusan pengadilan pada tahun 1944, mereka dikenakan biaya denda sebesar $5.000.000 (kurs saat itu, kalau dikonversi dengan kurs sekarang, dendanya sekitar 72,1 Miliar Rupiah). Usai pengadilan dijalani, proses investigasi pun terus berlanjut. Ada 5 orang petinggi sirkus yg dituduh sebagai pelaku, dengan 4 diantaranya sempat mendekam di penjara (walau cuma sebentar sih). Meski demikian, semua terduga tersangka akhirnya dimaafkan. Tapi, pada tahun 1950 ada sebuah fakta mengejutkan yg terungkap.

Salah satu pegawai sirkus bernama Robert Dale Segee mengaku kalau dirinyalah pelaku utama dibalik kejadian di kota Hartford. Namun, kalau kita pikir dengan logika, alasan mengapa Ia sengaja membakar tenda sirkus tersebut sangatlah tidak masuk akal. Berikut penuturannya :

Quote:
Saat acara berlangsung, Aku sedang tertidur di belakang di belakang pentas untuk beristirahat sejenak. Dalam tidurku, Aku bermimpi melihat seorang prajurit Suku Indian (Suku Pribumi AS) berlari mengejarku. Saat Aku tertangkap, Ia memberitahuku untuk membakar tendanya. Setelah itu, Aku terbangun. Tetapi, entah mengapa tubuhku bergerak dengan sendirinya. Aku tidak dapat mengendalikan tubuhku saat itu. Aku lihat diriku berjalan ke bagian tenda, lalu Aku bakar tenda itu. Aku kembali kehilangan kesadaranku & siuman setelah peristiwa itu terjadi. Mimpi buruk itu terus menghantuiku & menciptakanku terganggu. Aku putuskan untuk membebaskan diri dari mimpi buruk itu dengan mengakui semua kesalahanku.


Pihak Kepolisian pun langsung menjebloskan Segee ke penjara tanpa pikir panjang. Ia pun dijatuhi sanksi 44 tahun penjara. Namun, seiring berjalannya waktu, pengakuan Segee ini sangatlah ganjil. Bagaimana dapat Kepolisian setempat langsung memenjarakannya tanpa mengerjakan penyelidikan lebih lanjut? Dan untuk menjawab semua keganjilan itu, investigasi lanjutan pun dilakukan. Dan ternyata, Robert Dale Segee dinyatakan positif mengalami gangguan kejiwaan. Tidak cuma itu, pihak penyelidik juga menemukan catatan kriminal yg pernah dilakukan oleh Segee jauh sebelum Ia bergabung dengan Ringling Brothers and Barnum & Bailey Circus. Kebanyakan kasus kejahatan yg Ia lakukan adalah pembunuhan.




Spoiler for Ide Gila yg Mematikan:
Selang 3 tahun kemudian pada 1947, ide gilanya Karl akhirnya terealisasikan. Dan ide tersebut adalah mengerjakan aksi piramida manusia setinggi 3 tingkat dengan 7 orang pemain. Sayangnya, aksi tersebut harus berakhir pada 30 Januari 1962, dimana hal tersebut menciptakan Karl, keluarga & anggota The Flying Wallenda yg tengah mengerjakan atraksi piramida manusia terjatuh dari ketinggian. Walaupun aksi tersebut sudah mengpakai jaring pengaman, nampaknya hal tersebut menyebabkan meninggalnya 3 orang anggota The Flying Wallenda.

Kejadiannya terjadi saat mereka sedang tampil di Detroit. Awalnya, The Flying Wallenda sudah menciptakan 2 tingkatan piramida manusia, tersisa orang terakhir yg akan berdiri di bagian puncak piramida tersebut. Orang tersebut adalah keponakan laki-laki dari Karl Wallenda, yaitu Dieter Schepp. Saat sedang menaiki piramida, Dieter kehilangan keseimbangan & menciptakan piramida manusia tersebut roboh & terjatuh ke lantai. Sebetulnya, di atas talinya sudah disediakan jaring pengaman, namun sayangnya beberapa diantara mereka terjatuh keluar jaring. Dieter Schepp langsung meninggal di tempat usai jatuh dari ketinggian. Selain Dieter, menantu Karl Wallenda, yaituRichard Faughnan turut meninggal dunia usai terjatuh dari ketinggian. Ada 1 anggota The Flying Wallenda lainnya yg meninggal dalam kejadian itu, namun identitasnya tidak diketahui. Dalam kejadian tersebut, Karl mengalami cedera di bagian panggulnya. Anak angkatnya Karl yg ikut dalam atraksi tersebut, Mario Wallenda mengalami kelumpuhan dari bagian tengah ke bagian bawah tubuhnya usai kecelakaan tersebut. Satu anggota Wallenda lainnya yg ikut dalam atraksi tersebut adalah saudari dari Dieter Schepp, yaitu Jana Schepp. Nasib Jana dalam kejadian tersebut sedikit beruntung, usai terjatuh dari tali, cuma Jana saja yg berhasil mendarat di jaring pengaman. Sayangnya, Jana terpental dari jaring tersebut & terjatuh ke lantai dengan kepala terlebih dahulu. Beruntung, Jana tidak mengalami cedera yg begitu parah.




Spoiler for Hari-Hari Terakhir:
Usai kejadian itu, kecelakaan maut pun turut menimpa anggota keluarga Wallenda lainnya. Seperti pada 1963, saudari iparnya Karl, Riettaterjatuh dari ketinggian saat sedang mengerjakan atraksi berjalan di atas tali. Lalu pada 1972, sang menantu Richard Guzman meninggal dunia akibat tersetrum arus listrik. Meski begitu, Karl Wallenda tetap tabah & berhasil bangkit dari keterpurukannya. Karl kembali beraksi beberapa saat usai wafatnya sang saudari ipar di tahun 1963.

Pada tanggal 18 Juli 1970, Karl Wallenda mencoba peruntungannya menantang maut dengan berjalan di atas tali yg membentang diantara Jurang Tallulah, Georgia, Amerika Serikat. Karl berhasil lolos dari maut usai melintasi jurang sedalam 1.000 kaki (300 meter) itu. Merasa dirinya akan mendapatkan kesuksesan yg sama untuk kedua kalinya, Karl kembali mencoba menantang maut dengan mengerjakan aksi serupa. Namun, pada percobaan kali ini, Karl mengerjakan atraksinya di sebuah taman hiburan Kings Island, Mason, Ohio. Karl berhasil mencetak rekor dunia dengan melintasi tali sepanjang 1.800 kaki (550 meter). Merasa belum puas dengan pencapaiannya itu, Karl kembali mengerjakan atraksinya dengan melintasi tali yg dibentangkan diantara 2 Gedung Condado Plaza Hotel, San Juan, Puerto Rico. Walaupun jaraknya cuma 121 kaki (37 meter) saja, tetapi atraksi ketiganya inilah yg mengantarkannya kepada Sang Pencipta. Akibat angin kencang, Karl kehilangan keseimbangannya & terjatuh dari ketinggian. Karl Wallenda pun dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit. Karl Wallenda wafat di usianya yg ke-73 pada tanggal 22 Maret 1978.

Mengenal Karl Wallenda, Sang Legenda Sirkus Dunia




Source :
Karl Wallenda

The Flying Wallenda


Hari ini 16:28
 

Our Partner

Top