Jokowi - Moeldoko 2024

gamebocor

Administrator
Staff member
Spoiler for Moeldoko, Jokowi:
Jokowi - Moeldoko 2024




Akhir-akhir ini ramai di pemberitaan isu Jokowi tiga periode. Isu itu mengungdang reaksi beragam hingga perdebatan sengit di media sosial oleh berbagai tokoh politik. Baik dari pendukung pemerintah maupun oposisi.

Isu itu pun berkembang ibarat bola liar. Akibatnya Presiden Jokowi angkat suara pada 15 Maret 2021 lalu. Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan bahwa ia tidak memiliki niat maupun minat untuk jadi presiden tiga periode.

Hal ini juga ditegaskan lagi oleh Menkopolhukam Mahfud MD. Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi tidak setuju mengamandemen UUD 1945 untuk menambah periode jabatan seorang presiden. Bahkan saat isu ini pernah muncul pada 2019 lalu, Jokowi mengatakan kalau ada yg mendorongnya jadi presiden lagi maka ada tiga kemungkinan. Pertama, harap menjerumuskan. Kedua, harap menampar muka. Ketiga, harap mencari muka.

Akan tetapi Mahfud memberikan informasi tambahan bahwa kemungkinan Jokowi tiga periode dapat terjadi dengan amandemen UUD 1945 lewat MPR.

Sumber :Kompas [Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Mahfud: Jokowi Tak Setuju Amendemen Lagi]

Terkait hal itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Ashiddique turut angkat bicara. Jimly mengatakan presiden harus patuh dengan undang-undang sesuai UUD Pasal 7.

"Ini bukan soal minat & tidak, UUD di atas Presiden & siapa pun yg menjabat Presiden wajib tunduk di bawah UUD yg sudah ditentukan di Pasal 7: "Presiden & Wapres memegang jabatan selama 5 tahun & sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yg sama, Hanya untuk satu kali masa jabatan". Kalo mau diubah dapat saja tetapi untuk Presiden yg akan datang," mengatakan Jimly lewat akun Twitternya, 16 Maret 2021 lalu.

Jimly pun meminta supaya wacana 3 periode ini diakhiri saja.

Sumber :Sindonews [Jokowi Tidak Niat Jadi Presiden Tiga Periode, Jimly: Ini Bukan Soal Minat & Tidak]

Namun hingga saat ini, isu Jokowi tiga periode masih berkembang. Beberapa pihak mendukung, namun tak sedikit pula yg menolak. Ucapan Presiden Jokowi bahwa tak ada keharapannya menjabat Presiden untuk ketiga kalinya dibalas dengan pernyataannya yg tidak harapkan jadi Presiden RI saat menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta.

Uniknya, isu ini muncul setelah kisruh Partai Demokrat yg mengangkat Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat baru versi KLB Deli Serdang.

Penulis sudah menganalisis sebelumnya bahwa Partai Demokrat kubu Moeldoko mungkin saja sengaja dibentuk sebagai wadah baru bagi Moeldoko & Jokowi supaya terlepas dari kesan dinasti politik setelah anaknya Gibran yg diusung PDIP menjabat Wali Kota Solo.

PD kubu Moeldoko dapat jadi jadi wadah politik baru bagi Jokowi kalau ia benar-benar hengkang dari PDIP.

Maka kalau kita kaitkan dengan isu tiga periode Jokowi, bukankah ada kemungkinan PD kubu Moeldoko jadi wadahnya nanti kalau mencalonkan diri kembali ke Pilpres 2024? Pertanyaannya, siapa pasangan yg akan mendampharapya nanti?

Bukan lagi rahasia bahwa Moeldoko merupakan salah satu tokoh politik yg berambisius memimpin negeri ini. Dengan ditunjuknya Moeldoko sebagai Ketua Umum PD, maka partai tersebut jadi tiketnya untuk maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di 2024. Hal itu dihinggakan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin.

Berdasarkan bocoran dari salah satu staf Moeldoko yg ada di Kantor Staf Presiden, Ujang mengklaim bahwa Moeldoko memiliki keharapan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden di 2024. Namun ia tak memiliki partai, kancahnya di partai politik saat itu cuma sebagai anggota Partai Hanura. Hanura yg tak lolos di parlemen tentu tak dapat diharapkan jadi kendaraan politik Moeldoko untuk maju sebagai Capres ataupun cawapres. Di sinilah Partai Demokrat jadi tiket masuknya.

Sumber :Suara [Dapat Bocoran dari Staf KSP, Moeldoko Punya Niat Jadi Capres 2024]

Keharapan untuk jadi capres di 2024 mendatang bahkan diungkapkan sendiri oleh Moeldoko pada 3 Februari 2021 lalu. Moeldoko mengaku hingga saat ini dirinya cuma fokus pada pekerjaannya. Meski demikian, mantan Panglima TNI ini mengaku kalau ada pihak-pihak yg harap menjadikan dirinya capres, maka dia patut bersyukur.

Sumber :Jawa Pos [Moeldoko: Kalau Diorbitkan jadi Capres 2024 ya Alhamdulillah]

Moeldoko bahkan sudah mulai disandingkan dengan beberapa capres lainnya untuk Pilpres 2024. Baru-baru ini menyebar di grup WA undangan deklarasi dukungan Puan Maharani & Moeldoko sebagai Capres-Cawapres 2024. Undangan tersebut dituliskan berasal dari Pro Bakti NKRI. Di dalamnya, ada foto Puan & Moeldoko berbaju putih sebagai Capres-Cawapres 2024 serta tertera tanggal deklarasi dukungan pada Senin, 29 Maret 2021 yg disebut-sebut akan berlangsung di Hotel JW Marriot Surabaya. Di selebaran itu, tertera pula alamat web Pro Bakti NKRI, serta nomor kontak.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto memastikan undangan deklarasi dukungan itu sebagai hoax. Bambang menegaskan tidak ada agenda dukungan deklarasi.

Sumber :Detik [Beredar Poster Deklarasi Puan-Moeldoko untuk Pilpres 2024, PDIP: Hoax!]

Sebenarnya, deklarasi dukungan tak cuma kepada Puan Moeldoko. Ada pula selebaran undangan deklarasi dukungan di Grup WA yg menyandingkan Moeldoko dengan politikus Demokrat Achsanul Qosasi. Bedanya tanggal deklarasi tertulis pada 23 Maret 2021 di Gedung Joeang 45. Dalam selebaran itu, cuma dicantumkan kontak untuk registrasi tanpa adanya institusi penyelenggara.

Hingga saat ini per 19 Maret 2021, belum ada pernyataan langsung dari pihak Demokrat terkait deklarasi dukungan tersebut. Namun akan sangat menarik seandainya Moeldoko disandingkan dengan Achsanul Qosasi yg merupakan orang dekat SBY. Bukankah kalau deklarasi dukungan ini benar, maka PD kubu Moeldoko merupakan cara dari SBY untuk masuk ke dalam istana.

Tapi seandainya Demokrat pun membantah kabar tersebut, lalu muncul deklarasi Jokowi Moledoko sebagai puncak isu Jokowi 3 periode, apakah Jokowi akan membantahnya?
Hari ini 22:06
 

Our Partner

Top