Hidup Tanpa Ekspektasi, Siklus Unik Bagi Mereka yg Takut Terluka

gamebocor

Administrator
Staff member
Hidup Tanpa Ekspektasi, Emang Bisa?

Hidup Tanpa Ekspektasi, Siklus Unik Bagi Mereka yg Takut Terluka

Ekspektasi vs. Realita​

Sudah jadi rahasia biasa bahwa seringkali realita yg diharap - harapkan seseorang tidak sesuai dengan ekspektasi. Maka muncullah ajakan untuk hidup tanpa ekspektasi. Seperti apa sih hidup tanpa ekspektasi itu? Benarkah tanpa mengharap apapun? Membiarkan hidup mengalir begitu saja?

Ekspektasi adalah harapan, berbeda dengan cita - cita & tujuan hidup. Ekspektasi terletak di dalam hati, menciptakan seseorang berharap pada kemungkinan baik & hal yg indah di depan sana. Seringkali ekspektasi manusia terlalu tinggi atau muluk - muluk kalau orang bilang.

Memang salah ya berekspektasi tinggi? Sebenarnya tidak juga, kita boleh kok berekspektasi setinggi - tingginya, asalkan tidak terbawa perasaan ketika hal yg diharapkan tidak terwujud. Selama gansist dapat legowo & tidak kecewa ketika semuanya meleset. Tapi kita ini manusia yg diberi perasaan & emosi, lho! Jarang ada manusia yg dapat langsung ikhlas ketika harapannya hancur.

Demi menghindari hancurnya perasaan yg diselimuti dengan rasa kecewa itulah, orang membentengi diri mereka untuk hidup tanpa ekspektasi. Intinya mereka yg menjalani hidup tanpa ekspektasi adalah orang - orang yg takut terluka.

Secara logika, tidak mungkin hati manusia tidak berpengharapan. Pasti ada lah ekspektasi, meskipun dalam hal kecil seperti berharap kondisi barang yg dibeli di online shop sama dengan foto produk yg dipajang di websitenya. Mustahil kita hidup tanpa ekspektasi.

Kecewa, sedih & perasaan tidak enak lainnya adalah bagian dari emosi manusia yg wajar dirasakan. Setiap emosi berfungsi sebagai warna supaya hati tidak stagnan. Mana mungkin kita menghindari sesuatu yg jelas - jelas alami? Seperti mengingkari penciptaan-Nya.

Menahan perasaan, berusaha menghindari suatu emosi & tidak melepaskannya dengan baik dapat memicu pergolakan batin, stress & depresi bahkan penyakit fisik. Maka dari itu, biarkan saja semua berjalan secara alami, seperti yg semestinya. Saat sedih gansist boleh menangis, begitupun ketika dihampiri kekecewaan.

Orang hidup tanpa ekspektasi bukankah itu hambar, menahan diri untuk tidak berharap. Ketika mengharap sesuatu, sering saja menanamkan mengatakan yg sama "Jangan terlalu berharap!", itu dapat jadi toxic buat diri sendiri lho!

Ane @adnanami pamit, jangan lupa follow akun ini untuk mendapatkan update thread inspiratif lainnya. Kalian juga dapat berkunjung ke halaman kaskus ane dengan klik gambar di bawah ini! Sampai jumpa kembali di lain kesempatan. Jangan sungkan untuk saling sapa di kolom komentar thread ini ya!

Hidup Tanpa Ekspektasi, Siklus Unik Bagi Mereka yg Takut Terluka
Hari ini 16:01
 

Our Partner

Top