EA Selidiki Tudingan Pegawainya Menjual Item Gacha dalam Gim FIFA Demi Keuntungan Pribadi

Sudah bukan rahasia lagi apabila pundi-pundi uang utama EA dari gim sepakbola FIFA adalah mode Ultimate Team di mana pemain menghabiskan uang di dunia nyata untuk mendapatkan pemain-pemain elite.​


IDGS, Kamis, 11 Maret 2021 Kemudian baru-baru ini tersiar kabar tak sedap seputar Ultimate Team itu, di mana karyawan EA dengan sengaja menjual item-item langka (pemain sepakbola di gim FIFA) secara pribadi kepada para pemain seri gim FIFA. Padahal semestinya, para pemain cuma dapat mendapatkannya lewat sistem loot box atau sejenis gacha (disebut Ultimate Team Pack) yg harus dibeli dengan uang asli.


So we grind/trade/open packs and cant touch these PIM players but EA employees sell them to people secretly for $1,700?!?! LOL I respect the grind but my god… pic.twitter.com/CCnhjZbcgH

— Nick (@Nick28T) March 10, 2021


BacaJuga​

Ketertarikan Perusahaan Besar Tencent, Ubisoft Hingga EA Terhadap Game Indonesia di Event Gamescom 2019​

EA Menolak Disebut Menerapkan Skema Loot Box, Namun Mekanisme Kejutan Seperti Kinder Joy​

Developer Electronic Arts (EA) Sedang Berbaik Hati, Dengan Bagikan The Sims 4 Secara Gratis​



Lewat tagar #EAGATE, banyak komplain sudah diserukan kepada EA bahwa ada orang dalamnya yg menjual para pemain sepakbola “Prime Icon Moment” di gim FIFA secara langsung kepada pemain, bahkan disebut-sebut harga yg dipatok tidaklah murah. Mencapai 1.000 Euro (sekitar Rp 17 juta) untuk mendapatkan dua pemain.

Mahal? Pastinya. Namun dibandingkan ketidakpastian dari Ultimate Team Pack di mana dapat saja seseorang tidak mendapatkan pemain yg diincar, maka harga tersebut mungkin terasa wajar bagi selegintir orang, khususnya para sultan berkantong tebal. Daripada repot-repot membuka banyak pack, mereka tentu lebih suka langsung membayar mahal untuk mendapatkan pemain yg diharapkan.

Saat komplain akan praktik jual-beli di luar sistem gim ini perdana kali mengapung, banyak orang yg masih ragu apakah ini memang ilegal atau sah-sah saja. Namun pada hari Kamis (11/3/2021) pagi WIB, EA mengonfirmasi bahwa praktik tersebut ilegal di mata mereka.


pic.twitter.com/DtclTPandl

— EA SPORTS FIFA (@EASPORTSFIFA) March 10, 2021



“Kami harap transparan, perilaku seperti ini (menjual pemain-pemain sepakbola tertentu di luar sistem Ultimate Team) tidak dapat diterima, & kami tidak mungkin memaafkan hal itu terjadi di sini. Kami mengerti bagaimana kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan ketidakadilan bagi keseimbangan di dalam gim [FIFA] & kompetisi,” bunyi salah satu kalimat dalam pernyataan EA Sports di Twitter.

EA berjanji akan memberi kabar terbaru akan tindak lanjut kasus ini kepada komunitas pemain FIFA setelah mereka menyelidiki lebih jauh lagi kasus ini. Apalagi kasus seperti ini dapat membawa pelaku ke meja hijau karena sudah melanggar kode etik & hukum.


(Stefanus/Online)
 

Our Partner

Top