Cerita Suramnnya Hidup Aku Karna Supir 18+ ya

gamebocor

Administrator
Staff member
Namaku Wenny, umurku sudah 25 tahun. Waktu menikah umurku masih 19 tahun & sekarang Kedua anakku disekolahkan di luar negeri semua sehingga di rumah cuma saya & suami serta dua orang pembantu yg cuma bekerja untuk me

Cerita Suramnnya Hidup Aku Karna Supir 18+ ya


mbersihkan perabot rumah serta kebun, sementara menjelang senja mereka pulang. Suamiku sebagai seorang usahawan memiliki beberapa usaha di dalam & luar negri. Kesibukannya menciptakan suamiku sering jarang berada di rumah.

Bila suamiku berada di rumah cuma untuk istirahat & tidur sedang pagi-pagi sekali dia sudah kembali lenyap dalam pandangan mataku. Hari-hariku sebelum anakku yg bungsu menyusul kakaknya yg sudah lebih dulu menuntut ilmu di luar negeri terasa menyenangkan karena ada saja yg dapat kukerjakan, entah itu untuk mengantarkannya ke sekolah ataupun membantunya dalam pelajaran.

Namun semenjak tiga bulan setelah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi & membosankan. Terlebih lagi bila suamiku sedang pergi dengan urusan bisnisnya yg berada di luar negeri, dapat meninggalkan saya hingga 2 mingguan lamanya. Aku tidak pernah ikut campur urusan bisnisnya itu sehingga hari-hariku kuisi dengan jalan-jalan ke mall ataupun pergi ke salon & terkadang mengerjakan senam. Sampai suatu hari kesepianku berubah total karena supirku. Suatu hari setibanya di rumah dari tempatku senam supirku tanpa kuduga memperkosaku. Seperti biasanya begitu saya tiba di dalam rumah, saya langsung membuka pintu mobil & langsung masuk ke dalam rumah & melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yg melingkar menuju lantai dua dimana kamar utama berada. Begitu kubuka pintu kamar, saya langsung melemparkan tasku ke bangku yg ada di dekat pintu masuk & saya langsung melepas pakaian senamku yg berwarna hitam hingga tinggal BH & celana dalam saja yg masih melekat pada tubuhku.

Saat saya berjalan hendak memasuki ruang kamar mandi saya melewati tempat rias kaca milikku. Sesaat saya melihat tubuhku ke cermin & melihat tubuhku sendiri, kulihat betisku yg masih kencang & berbentuk mirip perut padi, lalu mataku mulai beralih melihat pinggulku yg akbar seperti bentuk gitar dengan pinggang yg kecil kemudian saya menyampingkan tubuhku hingga pantatku terlihat masih menonjol dengan kencangnya. Kemudian kuperhatikan bagian atas tubuhku, buah dadaku yg masih diselimuti BH terlihat jelas lipatan bagian tengah, terlihat cukup padat berisi serta, Ouh.. ngapain anda di sini! sedikit terkejut ketika saya sedang asyik-asyiknya memandangi kemolekan tubuhku sendiri tiba-tiba saja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yg rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yg tadi lupa kututup. Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar! bentakku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yg terbuka.

Tetapi supirku bukannya mematuhi perintahku malah kakinya melangkah maju satu demi satu masuk kedalam kamar tidurku.

Aris.. Saya sudah bilang cepat keluar! bentakku lagi dengan mata melotot.

silakan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu! ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku. Sepintas kulihat celah jendela yg berada di sampingku & ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat, memang ruang kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya hingga hujan turun pun takkan terdengar cuma saja di luar sana kulihat dedaunan & ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari. Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat & terus melangkah menghampiriku. Terasa jantungku semakin berdetak kencang & tubuhku semakin menggigil karenanya.

Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, saya tidak tahu harus berbuat apa saat itu hingga akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.

Mas.. jangan! kataku dengan suara gemetar.

Hua.. ha.. ha.. ha..! suara tawa supirku saat melihatku mulai kepepet.

Jangan..! jeritku, begitu supirku yg sudah berjarak satu meteran dariku menerjang tubuhku hingga tubuhku langsung terpental jatuh di atas ranjang & dalam beberapa detik kemudian tubuh supirku langsung menyusul jatuh menindih tubuhku yg telentang. Aku terus berusaha meronta saat supirku mulai menggerayangi tubuhku dalam himpitannya. Perlawananku yg terus-menerus dengan mengpakai kedua tangan & kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus menciptakan supirku juga kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumi saya hingga saya berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yg akbar & kekar itu.

Begitu saya mendapat kesempatan untuk mundur & menjauh dengan membalikkan tubuhku & berusaha merangkak namun saya masih kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sambil menariknya hingga tubuhku pun jatuh terseret ke pinggir ranjang kembali & celana dalam putihku tertarik hingga bongkahan pantatku terbuka. Namun saya terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya. Lagi-lagi saya kalah cepat dengan supirku, dia berhasil menangkap tubuhku kembali namun belum sempat saya bangkit & berusaha merangkak lagi, tiba-tiba saja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga tidak dapat bergerak lagi.

Aris.. Jangan.. jangan.. mas.. kataku berulang-ulang sambil terisak nangis. Rupanya supirku sudah kesurupan & lupa siapa yg sedang ditindihnya. Setelah melihat tubuhku yg sudah mulai kecapaian & kehadapatn tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku & menelikungnya kebelakan tubuhku begitu pula lengan kiriku yg kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya. Setelah itu tubuhnya yg masih berada di atas tubuhku berputar menghadap kakiku. Kurasakan betis kananku digenggamnya kuat-kuat lalu ditariknya hingga menekuk.

Lalu kurasakan pergelangan kaki kananku dililitnya dengan tali. Setelah itu kaki kiriku yg mendapat giliran diikatkannya bersama dengan kaki kananku. Saya harap mencicipi ibu.. bisiknya dekat telingaku.

Sejak perdana kali saya melamar jadi supir ibu, saya sudah mengharapkan mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini. katanya lagi dengan suara nafas yg sudah memburu.

Tapi saya majikan anda Ris.. kataku mencoba mengingatkan.

Memang betul bu.. tetapi itu waktu jam kerja, sekarang sudah pukul 7 malam berarti saya sudah bebas tugas.. balasnya sambil melepas ikatan tali BH yg kukenakan.

Hhh mm uuhh, desah nafasnya memenuhi telingaku.

Tapi malam ini Bu Wenny harus mau melayani saya, katanya sambil terus mendengus-denguskan hidungnya di seputar telingaku hingga tubuhku merinding & geli. Setelah supirku melepas pakaiannya sendiri lalu tubuhku dibaliknya hingga telentang.

Aku dapat melihat tubuh polosnya itu. Tidak lama kemudian supirku menarik kakiku hingga pahaku melekat pada perutku lalu mengikatkan tali lagi pada perutku. Tubuhku kemudian digendongnya & dibawanya ke pojok bagian kepala ranjang lalu dipangkunya di atas kedua kaki yg diselonjorkan, mirip anak perempuan yg tubuhnya sedang dipeluk ayahnya. Tangan kirinya menahan pundakku sehingga kepalaku bersandar pada dadanya yg bidang & terlihat otot dadanya berbentuk & kencang sedangkan tangan kanannya meremasi kulit pinggul, pahaku & pantatku yg kencang & putih bersih itu.

Aris.. jangan Ris.. jangan! ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya. Namun Aris, supirku tidak memperdulikan perkataanku sebaliknya dengan senyum penuh nafsu terus saja meraba-raba pahaku. Ouh.. zzt.. Euh.. desisku panjang dengan tubuh menegang menahan geli serta seperti terkena setrum saat kurasakan tangannya melintasi belahan kedua pahaku.

Apalagi telapak & jemari tangannya berhenti tepat di tengah-tengah lipatan pahaku. Mass.. Eee rintihku lebih panjang lagi dengan bergetar sambil memejapkan mata ketika kurasakan jemarinya mulai mengusap-usap belahan bibir vaginaku. Tangan Mas Aris terus menyentuh & bergerak dari bawah ke atas lalu kembali turun lagi & kembali ke atas lagi dengan perlahan hingga beberapa kali. Lalu mulai sedikit menekan hingga ujung telunjuknya tenggelam dalam lipatan bibir vaginaku yg mulai terasa berdenyut-denyut, gatal & geli. Tangannya yg terus meraba & menggelitik-gelitik bagian dalam bibir vaginaku menciptakan birahiku jadi naik dengan cepatnya, apalagi sudah cukup lama tubuhku tidak pernah mendapatkan kehangatan lagi dari suamiku yg sering sibuk & sibuk. Entah siapa yg memulai duluan saat pikiranku sedang melayang kurasakan bibirku sudah beradu dengan bibirnya saling berpagut mesra, menjilat, mengecup, menghisap liur yg keluar dari dalam mulut masing-masing. Ouh.. Wenny.. wajahmu cukup merangsang sekali Wenny..! ucapnya dengan nafasnya yg semakin memburu itu.

Setelah berkata begitu tubuhku ditarik hingga buah dadaku yg menantang itu tepat pada mukanya & kemudian, Ouh.. mas.. rintihku panjang dengan kepala menengadah kebelakan menahan geli bercampur sedap yg tiada henti setelah mulutnya dengan langsung memagut buah dadaku yg ranum itu. Kurasakan mulutnya menyedot, memagut, bahkan menggigit-gigit kecil punting susuku sambil sekali-kali menarik-narik dengan giginya. Entah mengapa perasaanku saat itu seperti takut, ngeri bahkan sebal bercampur aduk di dalam hati, namun ada perasaan sedap yg luar biasa sekali seakan-akan ada sesuatu yg pernah lama hilang kini kembali datang merasuki tubuhku yg sedang dalam keadaan tidak berdaya & pasrah. Bruk.. tiba-tiba tangan Mas Aris melepaskan tubuhku yg sedang asyik-asyiknya saya menikmati sedalam-dalamnya tubuhku yg sedang melambung & melayang-layang itu hingga tubuhku terjatuh di atas ranjang tidurku.

Tidak berapa lama kemudian kurasakan bagian bibir vaginaku dilumat dengan buas seperti orang yg kelaparan. Mendapat serangan seperti itu tubuhku langsung menggelinjang-gelinjang & rintihan serta erangan suaraku semakin meninggi menahan geli bercampur sedap hingga-hingga kepalaku bergerak menggeleng ke kanan & ke kiri berulang-ulang. Cukup lama mulutnya mencumbu & melumati bibir vaginaku terlebih-lebih pada bagian atas lubang vaginaku yg paling sensitif itu.

Aris.. sudah.. sudah.. ouh.. ampun Aar.. riss.. rintihku panjang dengan tubuh yg mengejang-ngejang menahan geli yg menggelitik bercampur sedap yg luar biasa rasanya saat itu. Lalu kurasakan tangannya pun mulai rebutan dengan bibirnya.

Kurasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil kemaluanku & mengorek-ngorek isi dalamnya.

Ouh.. Ris.. desisku menikmati alur permainannya yg terus terang belum pernah kudapatkan bahkan dengan suamiku sendiri.

Sabar Wen.., saya suka sekali dengan lendirmu sayang! suara supirku yg setengah bergumam sambil terus menjilat & menghisap-hisap tanpa hentinya hingga beberapa menit lagi lamanya.

Setelah puas mulutnya bermain & berkenalan dengan bibir kemaluanku yg montok itu si Aris lalu mendekati wajahku sambil meremas-remas buah dadaku yg ranum & kenyal itu.

Bu Wenny.., saya baik sekarang ya.. sayang.. bisiknya lebih pelan lagi dengan nafas yg sudah mendesah-desah.

Eee.. pekikku begitu kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yg cukup keras & akbar mendesak-desak setengah memaksa masuk belahan bibir vaginaku.

Tenang sayang.. tenang.. dikit lagi.. dikit lagi..

Aah.. sak.. kiit..! jeritku keras-keras menahan ngilu yg amat sangat hingga-hingga terasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya.



Akhirnya batang penis supirku tenggelam hingga dalam dibalut oleh lorong kemaluanku & terhimpit oleh bibir vaginaku.
Beberapa saat lamanya, supirku dengan sengaja, penisnya cuma didiamkan saja tidak bergerak lalu beberapa saat lagi mulai terasa di dalam liang vaginaku penisnya ditarik keluar perlahan-lahan & setelah itu didorong masuk lagi, juga dengan perlahan-lahan sekali seakan-akan harap menikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yg rapat & terasa bergerenjal-gerenjal itu.

Makin lama gerakannya semakin cepat & cepat sehingga tubuhku semakin berguncang dengan hebatnya hingga,

Ouhh.. Tiba-tiba suara supirku & suaraku sama-sama beradu nyaring sekali & panjang lengkingannya dengan diikuti tubuhku yg kaku & langsung lemas bagaikan tanpa tulang rasanya.

Begitu pula dengan tubuh supirku yg langsung terhempas kesamping tubuhku.

Sialan anda Ris! ucapku memecah kesunyian dengan nada geram.

Setelah beberapa lama saya melepas letih & nafasku sudah mulai tenang & teratur kembali.

Kamu gila Ris, anda sudah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau! ucapku lagi sambil memandang tubuhnya yg masih terkulai di samping sisiku.

Bagaimana kalau saya hamil nanti? ucapku lagi dengan nada kesal.

Tenang Bu Wenny.., saya masih punya pil anti hamil, Bu Wenny. ucapnya dengan tenang.

Iya.. tetapi kan udah telat! balasku dengan sinis & ketus.

Tenang bu.. tenang.. setiap pagi ibu kan sering minum air putih & selama dua hari sebelumnya saya sering mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Wenny enggak usah khawatir bakalan hamil bu, ucapnya malah lebih tenang lagi.

Ouh.. jadi anda sudah merencanakannya, sialan anda Ris.. ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya. Bagaimana Bu Wenny..?

Bagaimana apanya? Sekarang anda lepasin saya Ris.. kataku masih dengan nada kesal & gemas.

Maksudnya, tadi waktu di baikin enak kan? tanyanya lagi sambil membelai rambutku. Wajahku langsung merah padam mendengar apa yg baru saja diucapkan oleh supirku, namun dalam hati kecilku tidak dapat kupungkiri walaupun tadi dia sudah memperkosa & menjatuhkan derajatku sebagai majikannya,

namun saya sendiri turut menikmatinya bahkan saya sendiri merasakan organsime dua kali. Kok ngak dijawab sich! tanya supirku lagi.

Iya..iya, tetapi sekarang lepasin talinya dong Aris! kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal & kaku.

Nanti saja yach! Sekarang kita mandi dulu! ucapnya sambil langsung menggendong tubuhku & membawa ke kamar mandi yg berada di samping tempat ranjangku.

Tubuhku yg masih lemah lunglai dengan kedua tangan & kakiku yg masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yg dharap tepat di bawah pancuran shower yg tergantung di dinding.

Setelah itu supirku menyalakan lampu kamar mandiku & menyalakan kran air hingga tubuhku basah oleh guyuran air dharap yg turun dari atas pancuran shower itu.

Melihat tubuhku yg sudah basah & terlihat mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lalu Aris supirku berjongkok dekatku & kemudian duduk di sampingku hingga tubuhnya pun turut basah oleh air yg turun dari atas.

Mata supirku yg memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, dia mulai mengusap rambutku yg basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil.

Lalu diambilnya sabun Lux cair yg ada di dalam botol & menumpahkan pada tubuhku lalu dia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya.

Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri & kemudian ke buah dadaku yg kanan.

Tangannya yg terasa kasar itu terus menggosok & menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits.

Sesekali dia meremas dengan lembut buah dada & punting susuku hingga saya merasa geli dibuatnya, lalu naik lagi di atas buah dadaku, pundakku, leherku lalu ke bahuku, kemudian turun lagi ke lenganku.

Ah.. mas.. pekikku ketika tangannya kembali turun & turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir vaginaku.

Kurasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir vaginaku naik turun & kemudian membelah bibir vaginaku dengan jemari tangannya yg lincah & cekatan & kembali menggosok-gosokkannya hingga sabun Lux cair itu jadi semakin berbusa.

Setelah memandikan tubuhku lalu dia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower.

Usai membersihkan badan, supirku lalu menggendongku keluar kamar mandi & menghempaskan tubuhku yg masih basah itu ke atas kasur tanpa melap tubuhku terlebih dahulu.

Saya akan bawakan makanan ke sini yach! ucapnya sambil supirku melilit handuk yg biasa kupakai kepinggangnya lalu ngeloyor ke luar kamarku tanpa sempat untuk saya berbicara.

Sudah tiga tahun lebih saya tidak pernah merasakan kehangatan yg begitu memuncak, karena keegoisan suamiku yg sering sibuk dengan pekerjaan.

Memang dalam hal keuangan saya tidak pernah kekurangan.

Apapun yg saya mau pasti kudapatkan, namun untuk urusan kewajiban suami kepada istrinya sudah lama tidak kudapatkan lagi.

Entah mengapa perasaanku saat ini seperti ada rasa sedang, gembira atau.. entah apalah namanya.

Yang pasti hatiku yg selama ini terasa berat & bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal & kesal.

Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, namun waktu kembali rupanya dia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yg masih hangat serta segelas minuman kesukaanku.
Lalu tubuhku disandarkan pada teralis ranjang.

Biar saya yg suapin Bu Wenny yach! ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi goreng yg dibuatnya.

Kamu yg masak Ris! tanyaku harap tahu.

Iya, lalu siapa lagi yg masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun! mengatakan supirku.

Ayo dicicipi! katanya lagi.

Mulanya saya ragu untuk mencicipi nasi goreng buatannya, namun perutku yg memang sudah terasa lapar, akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok.

Tidak kusangka nasi goreng buatannya cukup lumanyan juga rupanya.

Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.

Bolehkan saya memanggil Bu Wenny dengan sebutan mbak? tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue.

Boleh saja, memang kenapa? tanyaku.

Engga apa-apa, biar enak aja kedengaran di kupingnya. Kalau saya boleh manggil Mbak Wenny, berarti Bu Wenny eh.. salah maksudnya Mbak Wenny, panggil saya Bang aja yach! celetuknya meminta.

Terserah anda saja kataku.

Sudah nggak capai lagi kan Mbak Wenny! sahut supirku.

Memang kenapa!? tanyaku.

Masih kuatkan? tanyanya lagi dengan senyum binal sambil mulai mer*b*-r*b* tubuhku kembali.

Aku tidak memberi jawaban lagi, cuma menunduk malu, tadi saja saya diperkosanya malah menciptakanku puas disetubuhinya apalagi untuk babak yg kedua kataku dalam hati.

Sejujurnya saya tidak rela tubuhku diperkosanya namun saya tidak sanggup untuk menolak permintaannya yg menciptakan tubuhku dapat melayang-layang di udara seperti dulu saat saya perdana kali menikah dengan suamiku.




Hari ini 14:28
 

Our Partner

Top