Berkomunikasi dengan pasangan saat berhubungan intim?? perlukah?

gamebocor

Administrator
Staff member
Berkomunikasi dengan pasangan saat berhubungan intim?? perlukah?

Hubungan intim jelas merupakan cara paling tepat untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, menikmati setiap sentuhan saja & diam seribu bahasa selama berhubungan seks ternyata tidak cukup, Gan & sis

para sista tetap perlu menjaga komunikasi dengan suami saat berhubungan intim, baik secara verbal maupun non verbal. Bukan berarti lantas sista harus ngobrol atau berdiskusi ketika sedang asyik mengerjakan gerakan tertentu.

1. Membuka mata


Berkomunikasi dengan pasangan saat berhubungan intim?? perlukah?



Berapa banyak Sista yg memilih untuk memejamkan mata selama seks berlangsung? Memang sih seks dengan mata terpejam dapat mengantarkan para sista pada fantasi seks dalam imajinasi. Bagi beberapa orang, hal ini dapat menolong sesi bersayang jauh lebih nikmat.

Namun, membuka mata saat berhubungan seks justru semakin menciptakan Sista & Suami kian intim & mesra. Bertatapan dari jarak dekat, kurang dari 30 cm, mengaktifkan bagian limbik pada otak.

Sistem limbik adalah himpunan struktur otak yg terletak pada kedua sisi talamus, tepat di bawah serebrum. Sistem inilah yg dapat mengatur emosi, perilaku, motivasi, memori bagi seseorang.

Nah, bagian otak ini mengirimkan rasa nyaman, bahagia, & tenang. Walhasil, usai mencoba tips ini, sista dapat merasakan sikap suamisemakin mesra & menciptakan sista merasa disayangi lebih dari biasanya.

2. Menghargai pasangan lewat pujian

Berkomunikasi dengan pasangan saat berhubungan intim?? perlukah?



sista tentu tahu banyak anggapan bahwa pria lebih suka mengungkapkan perasaan lewat perbuatan. Dalam hal ini, suami kerap memberikan rangsangan seksual dahsyat yg menciptakan sista terlena.

Sekarang, pernahkah sista memuji keahlian suami saat memanjakan sista dengan sentuhan-sentuhannya? Kalau belum atau jarang, memuji suami saat berhubungan seks jadi bentuk penghargaan sista pada kerja kerasnya.

Selain itu, suami juga butuh pengakuan langsung secara tersurat dari sista soal kegagahan & keterampilannya memuaskan sista . Jadi, nggak perlu ragu memuji suami atas aksi hebatnya di ranjang.

3. Mengandalkan bahasa tubuh


Berkomunikasi dengan pasangan saat berhubungan intim?? perlukah?



Kalau sista bukan tipe orang yg suka mengumbar pujian atau berbicara saat tengah beraksi, mengandalkan bahasa tubuh sebagai bentuk komunikasi dapat jadi pilihan. Bahasa tubuh di sini dapat berupa mencengkeram bagian tubuh suami lebih erat, hingga desahan atau erangan nikmat.

Meski cuma berupa bahasa non verbal, ternyata mendengar sista merasa nyaman seperti itu menciptakan sesi bersayang lebih panas & intim. suami tentu jadi lebih percaya diri karena dapat membahagiakan sista saat berhubungan seks.

4. Mengungkapkan dengan jujur apa yg dirasakan


Berkomunikasi dengan pasangan saat berhubungan intim?? perlukah?



Mengungkapkan apa yg tengah sista rasakan juga menciptakan sesi bersayang lebih mudah. Misalnya, saat harap mencoba posisi tertentu.

sista dapat memberi tahu suami pada saat mana terasa lebih nyaman & kondisi bagaimana yg menciptakan sista kurang nyaman.

Jangan ragu juga untuk memulai suatu gerakan atau merangsang bagian tubuh suamiyang selama ini jarang dijelajahi. Hubungan intim adalah saat-saat penting sista & suami , jadi menutupi perasaan atau menunda keharapan justru dapat merusak suasana bersayang.

5. Tanyakan apa yg diharapkan pasangan

Berkomunikasi dengan pasangan saat berhubungan intim?? perlukah?


sista nggak yakin dengan keharapan suami ? Atau sulit membaca manuver suamiberikutnya? Sama seperti poin no.4 di atas, jangan ragu untuk menanyakan apa yg suami harapkan dalam sesi bersayang ini.

Dengan berkata jujur & bertanya apa yg dibutuhkan pasangan, justru mendorong sista & suami saling menghargai kebutuhan masing-masing. Selain merupakan wujud perhatian sista pada pasangan, sikap seperti ini akan menolong sista & suami mencapai kepuasan dalam setiap sesi bersayang.

Akhirnya, sista & suami sama-sama puas & merasa lebih bahagia sesudahnya.

Jadi, sekarang jelas, mengapa komunikasi saat berhubungan intim itu perlu. Memang mempraktikkannya tidak cukup satu atau dua kali.

Sama seperti menemukan posisi favorit & ternyaman ketika berhubungan seks yg membutuhkan percobaan ratusan kali, berkomunikasi saat berhubungan intim juga demikian. Namun, jangan pernah menyerah mencoba, sis .

Semua demi kebahagiaan sista & suami dalam berumah tangga.

Artikel dari :https://newsinfo445.blogspot.com/202...tim-perlu.html

Hari ini 10:42
 

Our Partner

Top