Bagaimana Rupa Kebangsaan Indonesia Sekarang?

gamebocor

Administrator
Staff member
Bagaimana Rupa Kebangsaan Indonesia Sekarang?


PortalJabar- Ragam Indonesia merupakan nama yg pantas untuk menyebutkan kondisi negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 230 juta lebih orang dengan keragaman ras, suku bangsa, budaya, adat istiadat, tingkat pendidikan, ekonomi, & polemik politik yg tidak berkesudahan. Walaupun beragam, Indonesia tetap berdiri dengan harmoni kesatuan.

Sejak merdeka 74 tahun yg lalu, Indonesia tidak berhenti berusaha semaksimal mungkin untuk terus bergerak maju, tetap bersaing di kancah dunia. Meski seringkali, tantangannya adalah bangsa Indonesia sendiri. Mengapa hal ini dapat terjadi? Tentu tidak menampik fakta bahwa generasi saat ini merupakan generasi emas yg semestinya memiliki sikap positif, pola pikir esensial, komitmen normatif, & kompetensi abilitas, & berlandaskan IESQ (kecerdasan intelektual-IQ, emosional-EQ, & spiritual-SQ).

Sebelum menelisik lebih jauh rupa kebangsaan Indonesia sekarang, alangkah patutnya memahami makna wawasan kebangsaan terlebih dahulu. Wawasan kebangsaan ialah cara pandang suatu bangsa mengenai diri, ideologi, & cita-citanya, dimaksudkan untuk memperkokoh & persatuan & ketahanan bangsa. Tujuannya adalah untuk membentuk bangsa yg kuat, bersatu, berdaya saing tinggi, & sejahtera. Selain itu revitalisasi & reaktualisasi nilai-nilai Pancasila, serta secara spesifik meredam berkembangnya penonjolan primordialisme sempit, kesukuan, kedaerahan, & mencegah disintegrasi bangsa adalah tujuan lanjutannya.

Lalu bagaimanakah wawasan yg dapat meningkatkan kualitas penangkal radikalisme demi lestarinya bangsa ini tercetus? Wawasan kebangsaan bangkit pada era Budi Utomo tahun 1908 yg kemudian dipertegas pada sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Karenanya terdapat dua aspek penting dari wawasan kebangsaan, yaitu aspek moral & aspek intelektual. Pentingnya wawasan kebangsaan muncul akibat dari pencerahan masyarakat yg memiliki cita-cita dalam kehidupan berbangsa & bernegara untuk mewujudkan tujuan nasional. Wawasan kebangsaan ini merupakan pemersatu & pemberi dasar keberadaan dalam diri bangsa Indonesia.

Adanya disparitas perbedaan nilai & budaya yg kemudian bersatu & jadi suatu paham wawasan kebangsaan inilah yg harus dijaga. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa masyarakat Indonesia memegang peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan & memegang peran krusial dalam kemajuan & ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan tidak mengesampingkan fakta bahwa Indonesia yg berdiri dengan ke Bhinekaannya masih jauh dari konflik & pertikaian, baik masyarakat maupun hawa panasnya politik. Tentu pemerintah tidak akan tinggal diam & berpangku tangan akan hal ini. Dibentuklah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). BPIP dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018. Tugasnya ialah menolong Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, & pengendalian pembinaan ideologi pancasila secara menyeluruh & berkelanjutan, & melaksanakan penyusunan standarisasi pendidikan & pelatihan, & setumpuk tugas kepancasilaan yg lain.

Bagaimanakah sejauh ini peran BPIP kepada wawasan kebangsaan Indonesia? Badan yg dibentuk atas adanya ancaman dari 9% rakyat Indonesia yg tidak setuju dengan ideologi Indonesia ini terus berupaya untuk mempertahankan ajaran yg benar supaya terus lestari. Mahfud MD selaku anggota dewan pengarag BPIP menegaskan bahwa ia & regu bersama Kemenristek Dikti merevitalisasi kurikulum ajaran. Disisi lain, pemerintah juga mengerjakan perombakan untuk program revolusi mental yg mencakup semua aspek. Salah satunya adalah nilai pendidikan yg mencakup nilai integritas, etos kerja, semangat gotong royong, & budi pekerti dalam setiap pembelajaran. Selain itu, dalam tata kelola pemerintahan dengan menerapkan nilai-nilai transparansi & akuntabilitas.

Peran serta peningkatan wawasan kebangsaan sebagai paras dari negara Bhineka Tunggal Ika ini adalah tanggung jawab bersama. Untuk terang memahami bahwa dengan keragaman yg nyentrik, Indonesia tetap dapat bergelora. Terkhusus peran mahasiswa di era saat ini jadi asa bangsa. Memaknai 74 tahun kemerdekaan RI, mengambil hikmah dari perjalanan yg panjang & terjal. Selalu proaktif mengantisipasi perkembangan dengan membina identitas, kemandirian, & eksistensi tanpa kontrofersi, sehingga terwujud Indonesia yg adil & beradab.(Gilank)

Sumber : Portal Jabar
Hari ini 11:15
 

Our Partner

Top