Asyik! Polri Mau Bikin SIM Elektronik di HP, Nggak Takut Hilang atau Rusak Lagi

gamebocor

Administrator
Staff member
Jakarta - Polri akan terus memanfaatkan teknologi informasi dalam hal pelayanannya. Surat Izin Mengemudi (SIM) pun diwacanakan bakal dapat terintegrasi dengan gadget.
Wacana itu dihinggakan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Jenderal Sigit mengatakan nantinya pembuatan SIM dapat dilakukan secara online, & akan ada SIM elektronik di gadget.

Sigit awalnya mengungkapkan pelayanan ujian SIM online. Pada tahap awal, ujian SIM dapat dilakukan secara online, khususnya ujian teori. Sementara ujian praktik tetap dilakukan di pos polisi. Meski begitu, Sigit menyebut nantinya ujian praktik SIM dapat dilakukan mengpakai simulator seperti bermain game. Output SIM pun diwacanakan dapat berupa SIM elektronik yg terintegrasi dengan gadget.

"Ke depan, kita akan geser pelan-pelan dengan memanfaatkan teknologi simulasi yg tentunya akan kami sesuaikan dengan kondisi terkini sehingga masyarakat kemudian dapat terlayani dengan tidak usah datang ke kepolisian, cukup mampir ke mal, jalan-jalan di situ ada gerai, kemudian coba seperti main game begitu, kemudian kalau lulus akan keluar tanda kelulusan yg kemudian nanti akan dapat di-print," mengatakan Jenderal Sigit dalam sambutannya saat peluncuran ETLE Nasional Tahap 1 seperti ditayangkan secara langsung di channel YouTube NTMC Polri, Selasa (23/3/2021).

"Kemudian secara otomatis apakah nanti akan dikirim melaluidelivery systematau kemudian menjadiSIM elektronikyang dapat disatukan di dalamgadgetkita. Ini sedang dikembangkan. Jadi itu adalah rencana kami ke depan," tegas Sigit.

Soal SIM versi digital, di beberapa negara sudah diterapkan. Tak perlu mengeluarkan SIM fisik dari dompet saat petugas memeriksanya, pengemudi tinggal menunjukkan SIM digital lewat ponsel (HP). SIM digital yg ada di berbagai negara itu tersimpan di ponsel masing-masing pengendara, yg tentunya sudah memiliki SIM. Pengendara jadi tidak perlu khawatir kalau SIM hilang, rusak atau lupa dibawa.

Dilansir Biometric Updates, ada beberapa negara yg bakal menerapkanSIM digital. Mulai dari Pakistan hingga Korea Selatan akan menerapkan SIM digital.

Di Pakistan, pemerintahnya bekerja sama dengan perusahaan IT, Punjab Information Technology Board. Pakistan memperkenalkan sistem SIM digital bagi warga Punjab untuk mengoptimalkan proses aplikasi SIM.

SIM di negara itu dikeluarkan melalui platform digital. Disebutkan, penggunaan SIM digital ini akan mengurangi antrean panjang saat warga mengurus SIM.

Begitu juga di Korea Selatan. Negara itu memperkenalkan SIM digital pada aplikasi autentikasi identitas, PASS. SIM digital kini dianggap sah di Korea Selatan. SIM digital ini dikembangkan dengan kolaborasi antara Badan Kepolisian Nasional Korea, Otoritas Lalu Lintas Jalan, & tiga operator seluler negara itu--SK Telecom, KT & LG Uplus--yang mengembangkan aplikasi PASS & meluncurkannya pada 2018.

Pengguna cuma dapat mengpakai satu smartphone yg terdaftar dengan nama mereka sendiri. Untuk mengkonfirmasi keaslian informasi pada SIM & menghalau pemalsuan SIM, tiga operator seluler menghubungkan server autentikasi bukti diri mereka ke sistem SIM Badan Polisi Nasional Korea & menerapkan teknologi blockchain.

Untuk verifikasi identitas, aplikasi akan menunjukkan foto pengguna pada SIM-nya bersama dengan QR code & barcode. Untuk mencegah pencurian atau penggunaan ilegal informasi identitas, kode-kode tersebut secara otomatis di-update.

Selanjutnya Turki. Turki yg sudah menerapkan ID elektronik sejak 2017 akan mengpakai SIM digital juga. Fitur keamanan canggih akan mencegah pemalsuan & chip penyimpanan data akan memberikan informasi sidik jari biometrik & mengumpulkan data penggunaan. Hari ini 14:56
 

Our Partner

Top