Ahli mulai perdebatkan penyebab kematian Maradona

Ahli mulai perdebatkan penyebab kematian Maradona


Dokumentasi - Seorang pekerja mengatur halaman depan koran Spanyol yg memberikan penghormatan kepada almarhum legenda sepakbola Diego Maradona di Las Ramblas, di Barcelona, Spanyol, Kamis (26/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Nacho Doce/hp/cfo.

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 20 pakar memulai perdebatan tentang penyebab kematian ikon sepak bola Argentina Diego Maradona untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian pada perawatan kesehatan.

Maradona, yg berusia 60 tahun, meninggal karena serangan jantung pada 25 November 2020, beberapa pekan setelah menjalani operasi otak karena pembekuan darah.

Penyelidik sedang mengerjakan investigasi perawatan kesehatan yg Maradona terima sebelum kematiannya untuk menentukan apakah akan memperkarakan kasus karena kelalaian yg berujung kematian. Jika terbukti, maka akan terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.

Panel ahli, yg terdiri dari 10 spesialis & 10 lainnya dipilih oleh pihak yg berkepentingan, akan menyampaikan temuan dalam dua atau tiga pekan mendatang, dikutip dari AFP, Selasa.

Panel tersebut dibentuk oleh jaksa penuntut biasa Argentina.

Baca juga: Porsche bekas Maradona saat di Sevilla dilelang

Ahli bedah saraf Maradona Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov & psikolog Carlos Diaz sedang diselidiki, juga dua perawat, yaitu koordinator perawat & koordinator medis.

Dua putri Maradona, Gianinna (31) & Jana (24), menuduh Luque bertanggung jawab atas kesehatan Maradona yg memburuk.

Maradona menjalani operasi pada 3 November, cuma empat hari setelah dia merayakan ulang tahun ke-60 di klub yg dia bina, Gimnasia y Esgrima.

Namun, dia tampak dalam kondisi kesehatan yg buruk & kesulitan berbicara.

Maradona memerangi kecanduan kokain & alkohol selama hidupnya.

Dia menderita gangguan hati, ginjal & kardiovaskular saat meninggal.

Baca juga: Otopsi pastikan Maradona bersih jelang meninggal

"Terakhir kali Gianinna mengunjungi Maradona, dia melihat Maradona sangat bengkak. Dalam beberapa pekan sebelum kematiannya, Maradona menunjukkan kemunduran fisik & kognitif," mengatakan Rodolfo Baque, pengacara untuk salah satu dari dua perawat yg sedang diselidiki.

Maradona adalah idola bagi jutaan orang Argentina setelah dia menginspirasi negara Amerika Selatan itu untuk meraih kemenangan keduanya di Piala Dunia pada 1986.

Gelandang serang yg menghabiskan dua tahun bersama raksasa Spanyol, Barcelona, itu juga disayangi di Napoli, di mana dia menolong Napoli memenangkan satu-satunya gelar Serie A dalam sejarah klub.

Baca juga: Pengadilan Argentina harap "awetkan" jenazah Diego Maradona
Baca juga: Maradona akan terpampang di uang kertas Argentina
Baca juga: Nama Maradona diusulkan jadi nama jalan

Continue reading...
 

Our Partner

Top